Pelajaran Sintaks
By:
Allen Ross , Th.D., Ph.D.
Sintaks Kata Benda
Pelajaran mengenai sebuah kata benda dalam suatu
kalimat akan melibatkan pelajaran mengenai angka, gender, dan kasus.
Garis besar ini akan berfokus pada kebutuhan yang paling sering,
mengerti kasusnya, nominative, genitive, dan accusative.
Gender
Pelajar bahasa pemula mengetahu kalau kata benda
Ibrani bisa dalam bentuk maskulin atau feminim dengan alasan yang
berbeda dari gender. Pelajar pemula perlu tahu kategori ini sehingga
mereka tidak membuat klasifikasi lebih dari yang dimaksud bahasa itu.
Disini, akses terhadap suatu sintaks Ibrani yang baik bisa menolong
untuk pelajaran yang lengkap; daftar berikut ini akan memperkenalkan
kategori ini.
Maskulin
1. Untuk menunjukan seks laki-laki:
?man? (?adam), ?king? (melek), or
?father? (?ab)
2. Untuk menunjukan tata bahasa gender bagi
objek tidak bergerak:
?house? (bayit), ?word? (dabar),
?flesh? (basar)
3. Untuk mengekspresikan ide abstrak
(terutama dalam jamak):
?life? (khayyim), ?old age? (zequnim),
?youth? (ne?urim)
Feminim
4. Untuk menunjukan seks perempuan:
?queen? (malkah), ?mother? (?em)
5. Untuk menunjukan tata bahasa gender bagi
objek tak bergerak:
a. Nama-nama negara dan kota: ?Moab? (mo?ab),
?Egypt? (mitsrayim)
(maskulin biasa digunakan untuk populasi sebuah
kota)
b. Nama-nama umum dari tempat, distrik, dan
quarters: ?the circle of the Jordan? (kikkar), ?hell?
(she?ol), ?north? (tsaphon)
c. Nama-nama instrumen dan peralatan:
?sword? (khereb), ?cup? (kos)
d. Bagian tubuh yang muncul berpasangan:
?ear? (?ozen), ?eye? (?ayin)
e. Nama-nama elemen dan kekuatan tak terlihat:
?fire? (?esh), ?wind, spirit? (ruakh)
f. Title dan julukan: ?preacher? (?) (Qohelet)
6. Untuk mengekspresikan ide abstrak:
?faithfulness? (?emunah), ?love? (?ahabah),
?righteousness? (tsedaqah)
7. Untuk membentuk kelompok:
?inhabitants? (yoshebet), ?enemies? (?oyebet)
8. Untuk menunjukan suatu komponen tunggal
dari suatu kelompok maskulin:
?ship? (?oniyah) of a fleet (?oni)
Angka
Sama juga, kata benda adalah tunggal, jamak,
atau (sangat jarang) dual (karena objek biasanya berpasangan, atau
untuk dua yang sama). Kebanyakan kategori ini insidental dalam
kalimat. Tapi, terkadang satu kata bisa jamak disaat jamak dalam
angka bukan maksudnya. Mengenai cara bahasa Ibrani menggunakan
jamak, pembaca harus melihat tata bahasa sintaks yang lengkap ketika
dibutuhkan. Berikut ini akan mengenalkan kategori bagi tunggal dan
jamak.
Tunggal
1. Untuk menunjukan seseorang atau hal:
?a king? (melek)
2. Untuk menunjukan sekelompok:
?people? (?am), ?trees? (?ets)
Jamak
3. Untuk menunjukan jamak sederhana:
?king? (melakim)
4. Untuk menunjukan komposisi:
?pieces of silver? (kesaphim),
?firewood? (?etsim)
5. Untuk menunjukan produk alami dalam
suatu keadaan tidak alami atau dibuat:
?barley [in grains]? (se?orim) as
opposed to ?barley? [ears] (se?orah)
6. Untuk menunjukan extension saat
objeknya terdiri dari bagian terpisah:
?youth[time]? (ne?urim), ?[shed]
blood? (damim)
7. Untuk menunjukan ide abstrak:
a. Kualitas: ?faithfulness? (?emunim)
b. Keadaan: ?virginity? (betulim)
c. Tindakan jamak yang abstrak: ?ordination?
(millu?im), ?atonement? (kippurim)
d. Intensifikasi jamak yang abstrak:
?counsel? (?etsot)
8. Untuk menunjukan hormat:
?God? (?elohim), juga disebut plural of
majesty, plural of potentiality, atau plural of eminence.
Attributive adjectives dan kata kerja yang mengikuti bentuk itu
biasanya dalam tunggal.
Kasus
Kata benda memiliki tiga kemungkinan kasus,
walaupun bahasanya tidak memiliki akhiran kasus: nominative,
genitive, dan accusative. Sejumlah waktu dimana kasus terlibat
bersifat rutin dan tidak signifikan bisa ada dalam penafsiran selain
klarifikasi kalimat (seperti saat sebuah nominative adalah subjek
dari kalimat, atau sebuah genitive adalah objeka dari sebuah
preposition, atau sebuah accusative adalah objek langsung). Tapi
seringkali saat eksegetor perlu melihat tata bahasa untuk mengerti
bagaimana sebuah kata benda berhubungan dengan kalimat. Garis besar
singkat ini adalah presentasi disederhanakan dari pelajaran yang
lebih detil dalam tata bahasa.
Penggunaan Nominative Case
1. Untuk menunjukan subjek dari
kalimat:
Penggunaan normal dari nominative case dalam bahasa
Ibrani adalah bagi subjek sebuah klausa. Untuk variasi urutan kata
dan persetujuan subjek kata kerja, lihat tata bahasa.
?The serpent beguiled me? (Gen. 3:13)
2. Untuk menunjukan vocative:
Didalam rujukan langsung vocative bisa memiliki
definite article bersamanya.
?Help, O king [lit. ?the king?]? (2 Sam.
14:4)
3. Untuk menunjukan predicate nominative:
Nominative digunakan setelah sebuah kata kerja
statis dalam kalimat; subjek dan predicate nominative
diperbandingkan.
?For you were sojourners? (Deut. 10:19)
4. Untuk menunjukan nominative absolute
dalam suatu kalimat:
Nominative dipisahkan dari kalimat (maka dari itu,
absolut; biasa disebut casus pendens), tapi dihubungkan
dengan fungsinya melalui suatu ?resumptive pronoun.? Independent
nominative tidak selalu dihubungkan dengan subjek kalimat.
?Yahweh--in the heavens is
his throne? (Ps. 11:4)
Itu artinya ?Yahweh?s throne is in the heavens,?
tapi tidak mengatakannya seperti itu.
Penggunaan Genitive Case
Ini semua adalah kata-kata yang dikatakan dalam
genitive atau describing case: semua kata yang diatur oleh sebuah
preposition, semua kata setelah construct state (kata benda atau
infinitive), semua pronominal suffixes pada nouns ad verbal nouns
(bukan pada kata kerja ?mereka adalah accusatives), dan semua klausa
yang berfungsi dalam salah satu situasi ini (sebuah klausa kata
benda yang merupakan objek dari preposition, atau setelah sebuah
construct, atau yang seperti itu).
Penggunaan ?Subjek? dari Genitive Case
5. Kepemilikan:
genitive-nya adalah pemilik dari hal sebelumnya (penggunaan umum).
?the temple of Yahweh? or ?Yahweh?s
temple? (Jer. 7:4)
6. Authorship: genitive
ini muncul setelah hal yang dikatakan yang tertulis, diwahyukan atau
seperti itu.
?the word of Yahweh? (kata
yang diberikan Yahweh [Jer. 1:2])
7. Subjective Genitive:
genitive-nya adalah subjek dari tindakan dalam construct noun
(biasanya sebuah kata benda tindakan; biasa dengan infinitive
construct).
?the wisdom of Solomon? (1
Kings 5:10)
8. Agent: genitive-nya
adalah agen dari tindakan (biasanya seseorang, setelah kata pasif).
?despised of [by] the people?
(Ps. 22:7)
9. Instrument:
genitive-nya adalah instrumen impersonal atau cara tindakan (juga
setelah kata pasif).
?attacked of [by] the sword?
(Jer. 18:21)
10. Sebab dari sebuah Keadaan:
genitive-nya adalah sebab dari keadaan atau kondisi kata dalam
construct (jarang digunakan).
?sick of [because of] love?
(Song 2:5)
Penggunaan ?Objek? dari Genitive Case
11. Objek dari Preposisi:
ini adalah penggunaan yang sangat umum, tapi merupakan klasifikasi
normal; artinya bisa berasal dari maksud preposisi.
?unto Jonah? (Jonah 1:1)
12. Objective Genitive:
genitive-nya adalah objek dari kata benda dalam construct; beberapa
penggunaannya mirip dengan adverbial accusative, dan bisa disebut
adverbial genitives.
?violence of [done to] your brother?
(Ob 6 [?your? is a possessive genitive on ?brother?])
13. Objek tidak langsung:
genitive-nya ekuivalen dengan objek tidak langsung dalam bahasa
Inggris (penggunaan ini tidak biasa).
?May He send your help? (Ps.
20:3 [= ?help to you?])
14. Dimiliki:
genitive-nya adalah hal yang dimiliki oleh construct (ini merupakan
kebalikan dari #1, tapi bukan penggunaan umum).
?the lord of the country?
(Gen. 42:30)
15. Tujuan: genitive-nya
mengekspresikan tujuan dari istilah dalam construct (jarang).
?sheep of [destined for] slaughter?
(Ps. 44:23)
16. Hasil: genitive-nya
mengekspresikan hasil dari kata dalam construct (penggunaan yang
jarang).
?the chastisement of [resulting in] our
peace? (Isa. 53:5 [?our? is a possessive genitive on
?peace?])
17. Tindakan:
genitive-nya adalah istilah yang objeknya adalah construct word.
?the people of [are the object of] my
wrath? (?my? is the possessive genitive on ?wrath?)
Penggunaan ?Pengubah? dari Genitive Case
18. Attributive Genitive:
genitive-nya menggambarkan kata benda dalam construct (penggunaan
yang sangat umum)
?my holy
mountain? atau ?mountain of my holiness? (Ps.
2:6 [?my? adalah possessive genitive untuk ?holy mountain?)
19. Genitive of Specification:
genitive setelah sebuah adjective menunjukan kualitas (kebalikan
dari #14).
?unclean of lips? (Isa. 6:5
[now the genitive is the word being modified])
20. Genitive of Material:
genitive-nya adalah penggambaran materi dari kata benda dalam
construct.
?vessels of earth? or ?earthenware
vessel? (Num. 5:17)
21. Genitive of Location:
genitive-nya mengekspresikan latar belakang atau tempat bagi
construct noun.
?those eating of [at] the
table of Jezebel? (1 Kings 18:19 [?Jezebel? is the
possessive genitive after ?table?])
22. Ukuran: genitive-nya
mengekspresikan ukuran dari kata dalam construct, atau hal yang
diukur (keduanya saling berlawanan dalam konstruksinya).
?men of number? (i.e., a few
men, measure [Gen. 34:30])
?an ephah of meal? (the thing
measured [Jud. 6:19])
23. Genitive of Worth:
genitive-nya adalah kehormatan atau patut mendapat sebutan.
?the glory of [due/fitting/worthy of] His
name? (Ps. 29:2 [ ?His? is the possessive genitive of
?name?])
24. Partitive Genitive:
genitive-nya adalah keseluruhan dimana construct merupakan bagiannya
(seperti dalam bahasa Yunani, ini lebih baik diistilahkan
?wholative? genitive).
?the youngest of his sons? (2
Chron. 21:17 [?his? is the possessive genitive on ?sons?])
25. Hubungan Keluarga:
genitive-nya mengekspresikan sumber dalam sebuah keluarga.
?the son of Amittai? (Jonah
1:1)
26. Nama yang sebenarnya:
genitive ini bisa disebut genitive by apposition, tapi ini merupakan
sebuah construct relationship, genitive-nya menjadi nama dari hal
yang disebut.
?the river of Euphrates? or
?the river, Euphrates? (Gen. 15:18)
27. Superlative Genitive:
genitive-nya serumpun dengan, atau sebuah sinonim dari, construct,
dan keduanya mengekspresikan superlative degree.
?the song of songs? (Song 1:1
[the most exquisite song])
28. Genus: genitive-nya
adalah genus yang darinya construct berasal (jarang).
?sacrificers of men? (?men who
sacrifice?)
29. Subspecies:
genitive-nya adalah suatu subspecies dari kelas yang lebih besar
yang digambarkan oleh konteks (jarang).
?figs of firstfruits? (i.e.,
early figs [Jer. 24:2])
Penggunaan Accusative Case
Penggunaan ?Object? dari Accusative Case
1. Objek Langsung: Ini
merupakan fungsi normal dari accusative.
?And Yahweh God planted a garden?
(Gen. 2:8).
2. Objek tak langsung:
accusative-nya adalah sama dengan objek tak langsung dalam bahasa
Inggris (ini tidak terlalu umum).
?Did you fast [for] me??
(Zech. 7:5)
3. Objek dari sebuah kata kerja
Intransitive: Ini adalah sebuah penggunaan umum,
idiomatic dengan kata kerja filling, putting on, etc., etc.
?Your hands are full [of] blood?
(Isa. 1:15).
4. Accusatives Serumpun:
accusative-nya berasal dari akar yang sama sebagai kata kerja. Itu
bisa suatu accusative dari objek yang terpengaruh dimana objeknya
dihasilkan (bukan dipengaruhi) oleh tindakan verbal:
?Let the earth vegetate [i.e., bring forth]
vegetation? (Gen. 1:11).
Atau, bisa juga accusative dari objek internal
dimana kata bendanya menunjukan suatu tindakan yang identik dengan
atau sejalan dengan tindakan dari kata kerja (setara dengan
accusative serumpun untuk penekanan):
?They craved a craving?
(lusted greedily)(Num. 11:34).
Penggunaan ?Adverbial? dari Accusative Case
Pada sebagian besar adverbial accusatives
terjemahan Inggrisnya harus memberikan sebuah preposisi atau
menggunakan terjemahan yang lebih menafsir untuk mengkomunikasikan
idenya.
5. Tempat: accusative-nya
mengekspresikan tempat dari tindakan.
a. Lokasi: accusative-nya
menyediakan lokasi tindakan (menjawab pertanyaan ?where??).
?There was a woman lying [at] his feet?
(Ruth 3:8 [?his? is a genitive of possession with ?feet?]).
b. Pemberhentian:
accusative-nya memberikan pemberhentian suatu tindakan, seringkali
dengan directive qamets he? (menjawab pertanyaan ?to what
place??).
?and go out [to] the open country?
(Gen. 27:3).
c. Ukuran: accusative-nya
menjelaskan ukuran dari tindakan (menjawab pertanyaan ?how far??).
?He went into the desert a journey of a
day? atau ?a day?s journey?
(?day? adalah sebuah genitive merujuk pada journey?).
6. Waktu: accusative-nya
meletakan batasan waktu pada tindakan (menjawab pertanyaan ?how
long?? tindakan terjadi).
?And dust you shall eat all the days of
your life? (Gen. 3:14 [?dust? adalah accusative dari
objek langsung; dan ?all? adalah accusative dari waktu, diikuti oleh
genitives yang merujuk ?all of?).
7. Sikap: accusative
menggambarkan sikap dimana tindakan terjadi; sebagian telah menjadi
ekspresi adverbial tetap.
?I am fearfully wonderfully
made? (I am wonderful [in a way that causes] fear) (Ps. 139:14 [the
participle ?fearfully? is used substantivally]).
8. Keadaan: accusative
adalah penjelasan keadaan dari subjek atau objek.
?And the first came out reddish?
(explains the subject [Gen. 25:25).
?And Moses heard the people weeping?
(explains the object [Num. 11:10]).
9. Spesifikasi:
accusative merujuk atau membatasi ide kalimat.
?You are my refuge [as to] strength?
(Ps. 71:7).
?Accusative Ganda?
Kalimat-kalimat bisa menggunakan dua accusative,
satu untuk objek langsung dan yang lain untuk mengubahnya. Adverbial
accusative, atau accusative serumpun, merupakan bagian dari suatu
konstruksi accusative ganda. Konstruksi lain lebih umum dan kurang
penting secara eksegetis kecuali mereka menjelaskan maksud dari
kalimat.
1. Objek dengan Causative Verbs:
causative verbs seringkali mengambil dua accusatives (salah satunya
memperkirakan satu objek tak langsung dalam bahasa Inggris, walaupun
keduanya bisa jadi objek langsung).
?He fed you manna?
(Deut. 8:3).
2. Objek Langsung dan Objek tak
langsung: dengan kata kerja lain dan accusative kedua
bisa menunjukan objek tak langsung (biasanya seseorang). Kategori
ini tumpang tindih dengan # 10 untuk maksud praktisnya.
?You have given me
the land of the Negev? (Josh. 15:19).
3. Objek dan Produk:
accusative ini muncul dengan kata kerja pembuatan dan produksi.
?And he built the stones
[into] an altar? (1 Kings 18:32).
4. Kata kerja Cara:
accusative-nya memasukan cara yang digunakan:
a. Kata kerja Pembuatan:
accusative kedua menyediakan cara atau materi yang digunakan.
?And Yahweh God formed the man
[with] dust? (Gen. 2:7).
b. Kata kerja Memakaikan atau Melepaskan:
subjeknya bersama dengan accusative lainnya.
?Saul clothed David [with]
his armour? (1 Sam. 17:38).
c. Kata Kerja Keinginan yang banyak:
sekali lagi preposisi ?with? harus diberikan dengan kata kerja
pemenuhan dan pengosongan.
?They filled their bags [with]
grain? (Gen. 42:25).
Tanda dari Accusative
Particle ?et (dengan huruf hidup panjang
atau pendek) dikenal sebagai tanda accusative karena ditulis dengan
definite nouns didalam accusative case. Tapi peletakan ini lebih
nyaman daripada akurat. Secara teknis, menunjukan suatu penekanan,
biasanya dengan accusative, tapi tidak eksklusif. Hal ini biasanya
ditulis dengan determined nouns (the article), yang memiliki
kekuatannya sendiri. Tanda itu bisa digunakan dengan objek langsung,
tidak langsung, adverbial accusatives, dan bahkan nominative case
(subject, 1 Sam. 17:34; 2 Kings 6:5; Gen. 27:42; predicate, Num.
35:7).
Attribution
Bahasa Ibrani bisa menyatakan suatu sebutan
tunggal, rumit melalui pertukaran dua kata benda yang sesuai. Kedua
kata bisa membentuk suatu hubungan subjek-predikat jika diinginkan
(seperti ?I, Yahweh? setara dengan ?I am Yahweh?), tapi sebaliknya
mengekspresikan satu ide kompleks dalam kalimat (?I, Yahweh ? .?).
Absennya suatu construct relationship, atau suatu predikasi dari
kata itu, merupakan indikasi munculnya apposition. Ini bisa
terdengar seperti sebuah construct-genitive relationship, tapi kata
itu tidak dalam construct. Tipe apposition berikut yang umum:
1. Nama: seseorang atau
hal didapat melalui apposition mengekspresikan nama.
?the king, David? = ?King David? (2 Sam. 3:31)
2. Species: seseorang
atau hal (genus) didapat melalui apposition kelasnya (species).
?a woman, a widow? = ?a widow woman? (1 Kings 7:14)
3. Material: seseorang
atau hal didapat melaluia apposition dari material.
?the cherubim, gold? = ?the golden cherubim? (1
Chron. 28:18)
4. Ukuran: berat, angka,
atau ukuran suatu hal didapat melalui apposition dari hal yang
ditimbang, dinilai, atau diukur.
?about an ephah, barley? = ?about an ephah [of]
barley? (Ruth 2:17)
Disini terdapat sejumlah penggunaan kata ?all? (kol).
?all, the days of your life? = ?all [of] the days
of your life? (Gen. 3:17)
5. Attributive: seseorang
atau hal didapat melalui apposition dari sebuah attribute.
?words, truth? = ?true words? (Prov. 22:21)
?wine, reeling? = ?wine of reeling? or powerful
wine (Prov. 22:21)
6. Repetisi: kata
bendanya sering diulangi (dan juga dalam kasus yang sama) untuk
penekanan.
?Do not talk proudly, proudly? = ?so proudly? (1
Sam. 2:3).
7. Pronominal Suffix dan Kata Benda:
suffix-nya didapat melalui kata benda dalam apposition. Ini adalah
ekspresi penuh dan tidak perlu diterjemahkan secara literal.
?And she saw him, the baby? = ?and she saw the
baby? (Exod. 2:6).
Sintaks Article
Kata benda bisa definite dalam Ibrani didalam
beragam cara: proper nouns (nama) secara otomatis definite; kata
benda dengan possessive pronouns adalah definite; kata benda dalam
construct didapat melalui definite nouns dalam genitive juga
definite; dan kata benda yang memiliki definite article. Article-nya
merujuk, berfokus pada, atau secara spesifik mengidentifikasi kata
tersebut.
Tidak ada indefinite article (?a? atau ?an?)
dalam Ibrani. Melalui mengeluarkan definite article ditempat yang
seharusnya digunakan, penulis menekankan kelompoknya: kualitas,
sifat, atau karakter ditekankan. Article seringkali dihilangkan
dalam puisi, dan kita harus memastikan dari eksegesis kontekstual
kalau itu bukan semata karena pertimbangan metric.
?[Such] knowledge
is too wonderful for me? (Ps. 139:6). Konteksnya membahas bentuk
pengetahuan yang TUHAN punya.
Berikut ini adalah kategori terumum bagi
penggunaan article:
1. Untuk menunjukan Definiteness:
Ini adalah penggunaan normal dari article sekarang.
?And Yahweh came down to see the
city? (Gen. 11:5).
2. Sebagai sebuah Demonstrative:
ini terkadang digunakan; ini muncul sebagai kekuatan asli dari
article.
?this night? (Gen. 19:5)
3. Untuk Menunjukan Petunjuk
Sebelumnya: article-nya merujuk pada sesuatu yang
sebelumnya telah disebut.
?Now the name of the man was
Elimelech? (Ruth 1:2)
4. Sebagai sebuah Vocative:
article-nya bisa digunakan dalam rujukan langsung.
?Listen, O high priest Joshua?
(Zech. 3:8).
5. Untuk Menunjukan Keunikan:
article-nya menekankan kalau objek itu hanya satu-satunya.
?Yahweh--He is the [true] God?
(1 Kings 18:39).
6. Untuk Menunjukan sebuah Generic
Class: article-nya digunakan bersama dengan sekelompok
orang, binatang, atau hal lain yang dianggap sebagai satu unit.
?Not so are the ungodly? (Ps.
1:4).
7. Sebagai sebuah Relative Pronoun:
article-nya berlaku sebagai relative pronoun, terutama saat
digunakan dengan kata benda/adjectives dan participles yang
attributive.
?to Yahweh who appeared to
him? (Gen. 2:7).
Sintaks Kata Kerja
Perfect Tense
Suatu ?perfect tense,? atau ?suffixed
conjugation?, harus dilihat untuk bentuk tindakan yang diwakilinya.
Baik ?perfect? dan ?tense? lebih merupakan sebutan yang nyaman
bukannya akurat. Tapi bentuk tindakan yang direfleksikan perfect
adalah tindakan yang lengkap, apakah dimasa lalu, sekarang
atau masa depan. Pelajar pemula belajar untuk menerjemahkan perfect
sebagai sebuah simple past tense. Sekarang kita membagi
penggunaannya antara yang ?aoristic? (lengkap, past tense, atau
point action) dan yang lebih ?perfective? (dengan penekanan pada
hasil yang berlanjut).
Perhatikan: wayyipqod
membentuk kata kerja, yang disebut imperfect atau preterite
dengan waw consecutive, dimasukan dalam bagian
ini. Didalam narasi bentuk ini paling sering merupakan definite
past, yang menjadi alasan mengapa banyak yang lebih memilih menyebut
bentuk itu preterite dengan waw consecutive. Tapi jika bentuk
itu mengikuti sebuah perfect tense dengan nuansa lain, maka itu bisa
mengambil nuansa yang sama dari bentuk pertama untuk terjemahannya.
Dibeberapa tempat, terutama puisi, preterite bisa terlihat sama
sekali tidak memiliki waw (dibagian dimana itu bukan regular
imperfect); konteksnya akan menentukan bagaimana itu harus
diterjemahkan ?biasanya sebuah past tense.
Menurut saya fakta bahwa ?preterite? memiliki
arti lain menjadi alasan untuk tidak menyebutnya sebuah preterite;
terjemahan non-preterite berasal dari konstruksi sintaktikal dari
urutan waw dalam konteks. Untuk bentuk lain, perfect dengan
deretan waw, kita selalu menyebutnya perfect dengan deretan
waw tidak peduli bagaimana diterjemahkannya dalam konteks.
Tindakan yang Setara dengan Tindakan ?Aoristic?
1. Definite Past: Kata
kerjanya menunjukan tindakan lengkap tanpa syarat lain; kategori ini
biasa karena mewakili tindakan dimasa lalu.
?? and Lot also, his relative, he brought
back? (Gen. 14:16).
2. Very Recent Past:
suatu penggunaan khusus berhubungan dengan kategori pertama dimana
konteksnya menunjukan kalau tindakannya baru saja terjadi.
?What have you done? (just now
[Gen. 4:10])
3. Constative:
tindakannya dimasa lalu, tapi ekspresinya menunjukan kalau tindakan
itu meliputi suatu periode waktu. Penggunaan ini tidak begitu umum.
?Twelve years they served
Chedorlaomer? (Gen. 14:4).
4. Ingressive: kata
kerjanya merujuk pada permulaan suatu keadaan (diterjemahkan dengan
?became?). Ini juga penggunaan yang jarang.
?the man ? went forth and grew until he
became great (Gen. 26:13).
5. Indefinite Past:
pembicara merujuk pada tindakan dimasa lalu tanpa mendefinisi
keadaan tertentu.
?I have seen the wicked in
great power? (Ps. 37:35)
6. Unique Past: keunikan
tindakan ditekankan oleh penulis.
?Who has [ever] heard
anything like this?? (Isa. 66:8)
7. Gnomic Perfect: kata
kerjanya menunjukan suatu kebenaran umum atau universal, benar
dimasa lalu, sekarang, dan masa depan.
?An ox knows it master? (Isa.
1:3).
8. Characteristic Perfect:
tindakan itu merupakan karakteristik seseorang dimasa lalu dan
dimasa kini, tapi tidak dimasa yang akan datang.
?Why do the nations
rage?? (Ps. 2:1).
9. Instantaneous Perfect:
tindakannya sedang terjadi saat pembicaraan terjadi (jarang).
?I raise my hand [here and
now] (Gen. 14:22).
10. Potential Perfect:
kata kerjanya menunjukan tindakan yang dianggap sebagai potensi
(sangat jarang).
?What can the righteous
do?? (Ps. 11:4).
11. Epistolary Aorist:
kata kerjanya menunjukan pengiriman untuk sesuatu yang dikirim
(sangat jarang).
?See, I am sending to you? (1
Kings 15:19).
Tindakan Setara dengan Tindakan ?Perfective?
12. Present Perfect:
tindakannya memasukan definite past tapi juga keadaan yang
dipengaruhi oleh tindakan. (Dalam bahasa Inggris tense ini dibentuk
oleh present tense Inggris dari auxiliary atau helping verb).
?For you have comforted me?
(Ruth 2:13).
13. Past Perfect:
tindakan dari kata kerja lebih dahulu dari tindakan dimasa lalu dari
kata kerja sebelumnya. (Dalam bahasa Inggris ini dibentuk dengan
past tense dari auxiliary verb).
?Jacob did not know that Rachel had stolen
them? (Gen. 31:32)
14. Future Perfect:
tindakan dari kata kerjanya lebih dahulu dari tindakan dimasa yang
akan datang. (Dalam bahasa Inggris ini dibentuk dengan future tense
dari auxiliary verb).
?I shall not leave you until I shall have
done? (Gen. 28:15).
15. Adjectival Perfect:
kata kerjanya merupakan pure stative verb, diterjemahkan sebagai
suatu predicate adjective.
?For I am too old
for a husband to have? (Ruth 1:12).
16. Stative, Transitive Perfect:
kata kerjanya bisa statis atau transitif.
?your only son, whom you love?
(Gen. 22:2)
17. Prophetic Perfect:
kata kerjanya menggambarkan kepastian suatu peristiwa yang akan
datang sepertinya sudah dilakukan (karena ?seer/pelihat? telah
melihatnya). Ini juga disebut perfect of confidence dalam bagian
yang mengekspresikan kepercayaan yang kuat.
?For unto us a child was born?
(Isa. 9:6).
18. Perfect of Resolve:
kata kerjanya mengekspresikan determinasi atau ketetapan hati
seseorang; hasilnya tidak pasti (tidak seperti # 17).
?Naomi [has decided to] sell?
(Ruth 4:3).
19. Hypothetical Perfect:
kata kerjanya menunjukan suatu kondisi yang berlawanan dengan fakta
(an optative); ini sangat jarang digunakan.
?If I said I have hope? (Ruth
1:12).
Imperfect Tense
Suatu ?imperfect tense,? atau ?prefixed
conjugation?, menunjukan tindakan yang tidak lengkap, apakah dimasa
depan, sekarang, atau dimasa lalu.
Perhatikan: Suatu perfect dengan
waw consecutive ada dalam kelompok ini; saat sebuah
perfect dengan waw consecutive mengikuti sebuah imperfect
tense, maka itu bisa diberikan nuansa terjemahan yang sama seperti
kata kerja sebelumnya. Didalam beberapa bagian tidak ada kata kerja
yang mendahului, dan nuansanya harus berasal dari konteks. Didalam
kasus itu, bisa merupakan simple future, atau instruksi.
Future Action
1. The Simple or Specific Future:
imperfect seringkali menujukan suatu tindakan nyata, dimasa depan;
itu bisa pasti dan spesifik, atau biasa dan umum.
?when you eat from it you shall
surely die? (Gen. 2:17).
2. The Historical Future:
imperfect ada dimasa depan dari sudut pandang tindakan dimasa lalu
(jarang digunakan).
?Elisha was sick with the sickness from which
he would die? (2 Kings 13:14).
3. The Anterior Future:
imperfect lebih dahulu dari peristiwa dimasa lalu (jarang
digunakan).
?And offer a burnt offering with the wood of the
grove which you shall have cut down? (ini
setara dengan penggunaan perfect tense dari future perfect).
Tindakan Berulang
4. Habitual Imperfect:
imperfect mengekspresikan tindakan berlanjut, universal (setara
dengan penggunaan gnomic-nya perfect tense).
?Whoever laps with his tongue from the water as a
dog laps? (Jud. 7:5).
5. Progressive Imperfect:
tindakan dari kata kerja terus terjadi, atau sedang dalam
perkembangan, tapi belum selesai. Ini merupakan penggunaan umum dari
imperfect.
?What do you seek?? (Gen.
37:15).
6. Customary Imperfect:
tindakannya diulangi tapi dimasa lalu (terjemahan menggunakan
?would? atau ?used to?).
?Now a mist used to go up and
[used to] water? (Gen. 2:6). Kata kerja kedua adalah suatu perfect
dengan suatu waw consecutive dan karena itu menerima nuansa
yang sama.
7. Distributive Imperfect:
imperfect menggambarkan suatu keragaman tindakan atau tindakan
distributive (jarang digunakan).
?One company would turn into
the way? (1 Sam. 13:17).
Modal Nuances
8. Potential Imperfect:
tindakan dimungkinkan (terjemahan menggunakan ?can, is able to?).
?Where can I go from Your
Spirit?? (Ps. 139:7)
9. Permissive Imperfect:
tindakannya diijinkan (terjemahan menggunakan ?may?).
?from every tree of the garden you may eat
freely? (Gen. 2:16).
10. Deliberative Imperfect:
tindakan disengaja atau beralasan (dipertanyakan, diragukan;
terjemahan menggunakan ?should?).
?Should I not search
out rest for you?? (Ruth 3:1).
11. Obligatory Imperfect:
tindakan diperlukan; subjeknya diharuskan pada tindakan (terjemahan
menggunakan ?ought to?).
?You have done things which ought
not be done? (Gen. 20:9).
12. Desiderative Imperfect:
subjeknya ingin atau mau bertindak (terjemahannya menggunakan ?wish
to, want to?).
?If he wants to redeem you,
fine, let him redeem; but if he is not willing to redeem you? (Ruth
3:13).
13. Possibility: tindakan
bisa terjadi; kemungkinan.
?And the case that may be too difficult
? ? (jangan bingung dengan permissive imperfect, karena keduanya
menggunakan ?may?).
14. Final Imperfect: kata
kerjanya menunjukan tujuan atau hasil; itu muncul dalam final
clauses atau purpose clauses (seringkali setelah ?that, in order
that?).
?that it may go well for you?
(Ruth 3:1).
Volitional Aspects
15. Imperfect of Injunction:
imperfect menekankan suatu kelangsungan, keinginan positif atau
perintah.
?Purge [imperfect] me with
hyssop? (Ps. 51:9).
16. Imperfect of Instruction:
imperfect bisa digunakan untuk mengekspresikan aturan umum atau
instruksi.
?and thus you shall eat it?
(the passover [Exod. 12:11]).
17. Imperfect of Prohibition,
atau instruksi negatif atau injuksi negatif.
?You shall not murder? (Exod.
20:13).
Sintaks Volitives
Jussive
Suatu jussive adalah mood volitional dari orang
ketiga, dan orang kedua saat dinegasikan (dengan ?al ditambah
orang kedua kita mendapatkan suatu perintah negatif). Kekuatan dari
jussive sangat beragam dari konteks ke konteks, dan terutama
bergantung pada relasi pembaca dan subjek.
Dari Superior ke Inferior
1. Perintah: jussive
membentuk suatu perintah langsung dari pembicara, tapi dalam orang
ketiga.
?And God said, ?Let there be
light? (Gen. 1:3).
2. Nasihatl: superior
memberikan nasihat, bukan perintah.
?The officers shall say ? , Let him go
back? (Deut. 20:8).
3. Perintah Negatif:
jussive dalam orang kedua dengan bentuk negatif membentuk suatu
larangan langsung (negatif ?al menunjukan itu adalah suatu
jussive; lo? bersama dengan imperfect).
?Don?t eat food or
drink water? (1 Kings 13:22).
Dari Inferior ke Superior
4. Doa: pembicara membuat
suatu permintaan pada Tuhan agar melakukan sesuatu.
?Let it be known this day that
You are God? (1 Kings 18:36).
5. Keinginan: pembicara
menyatakan suatu keinginan agar sesuatu terjadi.
?Let my lord [Esau]
pass on before his servant? (Gen. 33:14).
6. Berkat: pembicara
menyatakan suatu berkat; pembicara biasanya seorang pendeta atau
pemerintah teokratik, dan berkat biasanya suatu perkataan leluhur
(bukan suatu keinginan).
?Yahweh bless you and
keep you? (Num. 6:24).
7. Harapan: pembicara
menyatakan suatu harapan (bahkan berkat) agar sesuatu terjadi (yang
kurang lebih dimungkinkan); dekat juga dengan salam.
?Yahweh bless you? (Ruth 2:4 [the
workers greeting Boaz]).
8. Permintaan: pembicara
membuat permintaan atas sesuatu.
?Please, let your servant
remain in the place of the lad? (Gen. 44:33).
9. Saran: pembicara
memberi saran pada speaker gives advice to a superior.
?Now let Pharaoh
choose a wise and discerning man? (Gen. 41:33).
10. Undangan: pembicara
menyatakan suatu undangan.
?Let the king and his servants
go with your servant [me]? (2 Sam. 13:24).
11. Doa Negatif: jussive
dengan negatifnya bisa digunakan dengan arti diatas, tapi juga
digunakan dalam orang kedua untuk sebuah doa negatif ( sekarang ke
superior, jadi bukan suatu perintah).
?Lord Yahweh, do not destroy
Your people? (Deut. 9:26).
12. Keinginan Negatif.
Bukan suatu doa kepada Tuhan, jussive yang dinegasikan bisa
menyatakan suatu keinginan.
?(I desire one small request from you) do
not refuse me? (1 Kings 2:20).
Imperative Mood
Suatu imperative adalah volitional mood dari
orang kedua semata. Ini tidak pernah muncul dengan negative adverbs
(jussives dan imperfects digunakan untuk memberi perintah negatif
dan larangan). Kekuatan perintah sangat beragam dalam kekuatannya
dari konteks ke konteks, tapi selalu memiliki suatu tekanan pada
jawaban langsung. Terkadang eksegetor harus menggambarkan bentuk
kekuatan jika tidak satupun kategori cocok.
1. Perintah Langsung:
pembicara membari suatu perintah kuat yang harus ditaati.
?Here is your wife. Take her
and leave? (Gen. 12:20).
2. Nasihat atau Saran:
pembicara tidak memerintah tapi memberi saran.
?Go, return, each of you to
her mother?s house? (Ruth 1:8).
3. Undangan: pembicara
menggunakan suatu imperative untuk menyebarkan suatu undangan.
?Come here and eat from the
food? (Ruth 2:14).
4. Ijin: pembicara
mengijinkan sesuatu terjadi, mengekspresikannya dengan sebuah
imperatif.
?Go up and bury your father?
(Gen. 50:6).
5. Interjection:
imperativenya menarik perhatian (penggunaan idiomatik).
?Come! Let?s make bricks?
(Gen. 11:3).
6. Janji atau Kepastian:
pembicara menggunakan imperatif untuk mengekspresikan apa yang akan
terjadi.
?And in the third year [you will] sow and
reap? (Isa. 37:30).
7. Permintaan: pembicara
menggunakan sebuah imperatif untuk menanyakan sesuatu.
?Please give them a talent of
silver? (2 Kings 5:22).
8. Perintah Retoris:
pembicara menggunakan imperatif secara ironis dan retoris untuk
menyatakan maksudnya.
?Go to Bethel and
transgress? (Amos 4:4).
9. Peringatan: pembicara
menggunakan impreatif secara retoris untuk memperingatkan akibat
atau dampaknya.
?Sow for yourselves
righteousness, reap the fruit of love? (Hos.
10:12).
10. Concession: pembicara
menggunakan imperatif secara retoris untuk menyatakan ide singkat.
?Prepare for battle [=although
you will prepare] and be broken [= you will be
broken](Isa. 8:9).
Cohortative
Suatu cohortative adalah volitional mood dari
orang pertama, tunggal atau jamak. Itu menunjukan kemauan pembicara
dalam suatu ketetapan hati terhadap kehendak orang lain.
Ketetapan Hati
1. Determinasi: pembicara
berdeterminasi untuk melakukan sesuatu.
?I will make it a ruin? (Isa.
5:6).
2. Intention: pembicara
mengekspresikan intensinya.
?I will go down and see [if it
is that bad]? (Gen. 18:21).
3. Desire: pembicara
menyatakan apa yang ingin dia lakukan.
?I desire to set a king over
me? (Deut. 17:14 [Israel is the speaker]).
Permintaan
4. Permintaan Langsung:
pembicara bertanya sesuatu.
?Let me go up and bury my
father, and I will return? (Gen. 50:5 [ the
last cohortative is intention or determination]).
5. Harapan: permintaan
pembicara tidak secara langsung merambah yang lain.
?O my God, I have trusted in You; may I
not be put to shame? (Ps. 25:2).
6. Hortatory
Hortatory: ini merupakan
cohortative murni, menyerukan pada yang lain untuk berpartisipasi.
?Let?s go after other gods?
(Deut. 13:2).
Penggunaan Volitive Secara Mandiri
Suatu volitives bisa ditemukan dalam berbagai
tipe urutan dengan waw (secara beragam conjunctive atau
consecutive). Urutannya logis, bukan temporal, walau ada urutan
temporal dalam tindakan.
1. Imperative diikuti oleh Perfect +
Waw Consecutive: perfect tense memiliki kekuatan sebuah
imperative atau injunction.
?Hear O Israel, Yahweh is our
God, Yahweh alone; and you shall love (perfect
+ waw) Yahweh your God? (Deut. 6:4).
2. Imperative diikuti oleh Imperative
+ Waw Conjunction: imperative kedua bisa merupakan
coordinated atau subordinated (maka itu, hanya sebuah waw
conjunction).
?This do and [then/thus]
live [you will live]? (Gen. 42:18).
3. Maksud atau Hasil:
Suatu waw conjunction digunakan dalam berbagai kombinasi
dengan volitives dan imperfects untuk menyatakan maksud atau hasil.
Karena itu suatu pilihan terjemahan dan bukan suatu perubahan
otomatis, suatu waw diklasifikasikan sebagai suatu
conjunction.
?Bring it to me that I may eat? (Gen. 27:4 [impv +
coh]).
?Let me go ? that I may glean? (Ruth 2:2 [coh +
coh]).
?Open his eyes that he might see? (2 Kings 6:17
[impv + juss]).
?What shall we do ? that the sea may be calm?
(Jonah 1:11 [indic + juss]).
Sintaks Bentuk Verbal, Infinitives dan Participles
Infinitive Absolute
Suatu infinitive absolute adalah sebuah verbal
noun. Itu bisa berfungsi dalam sebuah kalimat secara nominal atau
verbal. Itu menggambarkan tindakan dari ide verbal dengan tidak
melihat agen, keadaan, waktu atau mood dimana hal itu terjadi.
Penggunaan Nominal
1. Subjek: sebuah
penggunaan yang jarang, tapi infinitif bisa berfungsi sebagai
subjek.
?To show
partiality is not good? (Prov. 28:21).
2. Objek: suatu
penggunaan yang jarang, tapi bisa juga menjadi objek.
?Learn doing well? (Isa.
1:17).
3. Predicate Nominative:
sekali lagi merupakan penggunaan yang jarang, infinitifnya adalah
suatu predikatif setelah sebuath statif.
?The effect of righteousness is sowing
quietness? (Isa. 32:17).
4. Penekanan: Ini
merupakan penggunaan yang paling umum dari infinitive absolute;
penekanannya tidak hanya memberatkan tindakan verbal saja, tapi juga
mood, yang mendukungnya. Eksegetor pertama kali harus
mengklasifikasikan kata kerja, dan kemudian menjelaskan bagaimana
infinitive absolute menekankannya. Inilah yang paling umum; ada juga
yang lainnya.
a. Afirmasi: menekankan
kepastian dari tindakan verbal (seringkali dimasa depan).
?You shall surely die? (Gen.
2:17).
b. Keraguan: menekankan
ketidakmungkinan kondisi (?melalui kemungkinan?).
?Will you indeed reign over
us?? (Gen. 37:8).
c. Dugaan: menekankan kondisi
yang kurang memungkinkan (?if ? should?).
?If her father would happen to
spit in her face? (Num. 12:14).
d. Antithesis: menekankan suatu
kontras (didahului oleh ?but?).
?but they did not drive them
out? (Jud. 1:28 [but driving out they did not drive out])
e. Ijin: infinitive menekankan
mood permisif dari kata kerja.
?You may freely eat? (Gen.
2:16 [eating you may eat]).
f. Kewajiban: mendukung
kewajiban.
?The ox must be stoned? (Exod.
21:28 [stoning will be stoned]).
5. Adverbial Accusative:
salah satu penggunaan yang umum, infinitivenya menggambarkan secara
adverb prilaku, tingkatan, atau modifikasi lain dari kata kerja.
Beberapa bentuk telah menjadi adverb yang tetap.
?The man shall surely be put
to death, all the community stoning him? (Num.
15:35 [note the first infinitive is emphatic]).
6. Tindakan Simultan atau
Komplementari: suatu infinitive kedua digunakan yang
menekankan nature berlanjut dari yang lain (halok) atau suatu
tindakan komplementari.
?They [the cows] were going, going
and lowing? (1 Sam. 6:12).
Penggunaan Verbal
7. Berurutan: infinitive
absolute memiliki sebuah waw dan diikuti oleh sebuah kata
kerja.
?You have sown much, but brought in
little? (Hag. 1:6).
8. Kata kerja Murni:
infinitive absolute muncul tanpa sebuah waw.
?Keep the sabbath day to
sanctify it? (Deut. 5:12).
9. Mengatur sebuah Accusative:
infinitivenya mengatur accusative atau preposition.
?Glory ? that you know me?
(Jer. 9:23 [24]).
Infinitive Construct
Suatu infinitive construct juga merupakan suatu
verbal noun, suatu infinitive sejati tanpa batasan waktu. Suatu
infinitive construct lebih nominal daripada bentuk infinitive
absolute. Tapi itu bisa digunakan secara substantivally (ditempat
sebuah kata benda) atau secara verbal.
Penggunaan Substantival
1. Muncul dalam Noun Cases:
sebagai suatu verbal noun, infinitive construct muncul dalam beragam
kasus.
?It is not good for man to be
alone? (Gen. 2:18 [as a nominative: the being of man alone is not
good]).
?a time of mourning? (Eccl.
3:4 [as a genitive]).
?I do not know [how to] go out and come in?
(1 Kings 3:7 [accusative]).
2. Muncul dalam Construct State:
ini merupakan penggunaan umum dari infinitive construct; ini diikuti
oleh suatu subjective genitive atau objective genitive, dan
seringkali mengikuti sebuah preposisi. Seluruh klausa menjadi sebuah
adverbial clause.
?All of it was well watered, before Yahweh
destroyed Sodom and Gomorrah? (Gen. 13:10 [before the
destroying of Sodom and Gomorrah]).
Penggunaan Verbal
Penggunaan umum dari infinitive construct adalah
dengan preposis lamed, yang setara dengan bahasa Inggris
infinitive. Preposisi biasanya menunjukan arah tindakan dari kata
kerja sebelumnya, tapi hilang dalam nuansa lainnya.
1. Maksud: infinitivenya
digunakan untuk mengekspresikan maksud, tujuan, atau akhir dari
tindakan.
?And Jonah arose to flee?
(Jonah 1:2)
2. Hasil: infinitivenya
mengekspresikan hasil dari tindakan.
?Why have I found favor in your sight so
that you took notice of me?? (Ruth 2:10).
3. Epexegetical:
infinitivenya menjelaskan keadaan atau nature dari kata kerja yang
mendahuluinya; itu menjawab pertanyaan ?how?? Terjemahannya
menggunakan ?by/in ? -ing.?
?The people are sinning against Yahweh by
eating with blood? (1 Sam. 14:33).
4. Objek: infinitivenya
melengkapi ide dari kata kerja dalam prilaku objek langsung;
menjawab pertanyaan ?what??
?Stop entreating me to abandon
you by returning [an epexegetical use] from
after you? (Ruth 2:16).
5. Gerundive dengan Produk lamed:
suatu penggunaan yang jarang, tapi infinitifnya bisa berfungsi
sebagai suatu verbal adjective yang mengekspresikan tugas,
keharusan, atau kebugaran; biasanya dinyatakan dengan ?about
to/ought to be.?
?The gates were about to shut?
(Josh. 2:5).
6. Degree: infinitivenya
diterjemahkan ?enough to? dalam konstruksi yang jarang ini.
?Hezekiah was sick enough to die?
(2 Kings 20:1).
Catatan: infinitive construct dalam
penggunaan ini bisa muncul tanpa preposisi lamed.
Active Participle
Suatu active participle menyatakan aktifitas
yang berkelanjutan tanpa terganggu, atau suatu kondisi berkelanjutan
yang didenotasikan oleh kata kerja. Itu temporal, tergantung pada
konteks waktunya. Seperti adjectives itu bisa berfungsi seperti
predikatif (verbally), attributive (adjectival), atau substantivally
(sebagai sebuah kata benda).
Penggunaan Verbal dari Active Participle
Saat active participle berfungsi sebagai
predikat, penekanannya linear, durasi tindakan dari akar. Bisa saja
tindakannya diulangi bukannya berdurasi. Waktu berasal dari konteks.
1. Diwaktu Lalu
?while Lot [was] sitting in the gate? (Gen. 19:1
[durative])
?All that he [was] doing, Yahweh [was] prospering
in his hand? (Gen. 39:3 [iterative]).
2. Diwaktu Sekarang
?And he said, ?I [am] seeking my brothers? (Gen.
37:16 [durative]).
?One generation passes away, and another comes, but
the earth abides continually? (Eccl. 1:4 [iterative action]).
3. Masa Depan yang Segera:
tindakannya diwakili seperti terjadi dimasa sekarang tapi sebenarnya
muncul setelah suatu interval waktu; tindakannya pasti, dan
penggunaan ini biasa disebut futur instans. Seringkali mengikuti
hinneh. Terjemahannya menggunakan ?about to.?
?Behold, I [am] bringing [about to bring] the flood
of waters? (Gen. 6:17).
4. Diwaktu Depan
?For in seven days I [will be] sending rain on the
earth? (Gen. 7:4).
Penggunaan Adjectival dari Active Participle
Penekanannya bukan lagi pada tindakan berdurasi
linear, tapi konsep akar sebagai suatu kualitas. Participle sebagai
sebuah adjective tidak mengekspresikan waktu atau aspek.
5. Attributive Adjective
?To the God who answered me in the day of my
trouble? (Gen. 35:3).
6. Predicate Adjective
?Your eyes are the ones which saw all that Yahweh
your God has done? (Deut. 3:21).
Penggunaan Substantival dari Active Participle
Participle berfungsi sebagai suatu kata benda
dan membuat karakter tetap yang digunakan akar menjadi utama.
?The Keeper of Israel will
not sleep? (Ps. 121:4 [subject).
?Whoever sheds blood ??
(Gen. 9:6 [subject]).
?Remember your Creator in
the days of your youth (Eccl. 12:1 [object]).
?My soul waits for the morning, more than
the watshmen? (Ps. 130:5 [noun of occupation]).
Passive Participle
Passive participles memiliki fungsi yang sama
seperti active participles. Ada baiknya membagi penggunaan passive
participle antara true passives dan false passives. True passives
muncul saat subjek sedang dijalankan (dalam proses) dan
participlenya berfungsi sebagai sebuah kata kerja.
?While she [was] being brought forth
she sent to her father-in-law? (Gen. 38:25).
False passives membentuk penggunaan umum, mirip
dengan passive participle bahasa Inggris. Itu mengindikasikan kalau
orang atau hal tersebut dalam suatu keadaan sebagai hasil tindakan.
Agen atau instrumen biasanya diberikan (seringkali dengan sebuah
genitive setelah participle in construct).
?Your cities [are] burned with
[of] fire? (Isa. 1:7).
Waw Conjunction, Consecutive, Disjunctive
Ibrani menggunakan conjunction dalam beragam
cara. Selain normal conjunction, ada juga penggunaan berderet, yang
mempengaruhi terjemahan kata kerja, dan disjunctive yang memecah
urutannya. Daftar berikut ini menunjukan beragamnya bahasa Ibrani
menggunakan bentuk ini.
1. Koordinasi:
kata-katanya hanya dikoordinasi dengan ?and.?
?God created the heavens and
the earth? (Gen. 1:1).
2. Urutan: Suatu waw
(mostly consecutive) menekankan urutan tindakan temporal atau logis
antar kata kerja (?and then?).
?And [then] God said? (Gen.
1:3).
3. Disjunction: Suatu
waw menyatakan ?but? atau ?now? atau beberapa terjemahan
parenthetical yang menjauh dari urutan; ditandai oleh pembentukan
suatu non-kata kerja dipermulaan klausa.
?Now the earth was waste and
void? (Gen. 1:2).
4. Adversative: Suatu
waw memiliki arti ?but? didalam suatu klausa (berlawanan dengan
penggunaan diatas).
?Here is the fire and the wood, but
where is the lamb? (Gen. 22:7).
5. Explicative atau Epexegetical:
?even, namely, that is.?
?the Lord, whom you seek, even
the messenger of the covenant? (Mal. 3:1).
6. Empatik: Suatu waw
diterjemahkan ?even, especially.?
?Now king Solomon loved many foreign women,
especially the daughter of Pharaoh? (1 Kings 11:1).
7. Alternative: ?or?
(jarang digunakan).
?you, or your son? (Exod.
20:10)
8. Pleonastic: waw
hanya bersifat stylistic (jarang digunakan).
?So now [and] I will be your
servant? (2 Sam. 15).
9. Comparative: waw
berlaku sebagai suatu perbandingan (hanya dalam puisi).
?Does not the ear try words // as
the mouth tastes its meat? (Job 12:11).
10. Accompaniment:
?with.?
?the box with the golden mice?
(1 Sam. 6:11).
11. Resumptive: waw
mengawali apodosis.
?then your eyes will be
opened? (Gen. 3:5).
12. Adjunctive: ?also.?
?Ask for him the kingdom also?
(1 Kings 2:22).
13. Distributive: jarang
digunakan, dinyatakan dengan ?each, and,? or ?by.?
?and with them the elders of each
city? ([city and city], Ez. 10).
14. Noun Clause: sering
digunakan, suatu waw memulai suatu klausa yang merupakan
subjek atau objek dari suatu kata kerja.
?And let it be when he lies down that
you mark the place? (Ruth 3:4).
15. Logical atau Inferential Clause:
sering digunakan, suatu waw dinyatakan dengan ?and so, thus,
therefore.?
?I was afraid ? and so I hid?
(Gen. 3:10 [waw consecutive]).
16. Maksud atau Hasil:
waw biasanya dengan urutan volitive.
?Bring it to me that I may
eat? (Gen. 27:4).
17. Temporal: mengawali
klausa dengan ?when, then?; seringkali subordinates satu waw
consecutive clause dengan yang lainnya.
?When [and] she finished
giving him a drink, then [and] she said? (Gen.
24:19).
18. Causal: ?for, since,
seeing, because.?
?I know you fear God, for
[and] you did not withhold? (Gen. 22:12).
19. Concessive:
?although.?
?although [and] I may not be
like one of your young girls? (Ruth 2:13)