Penelitian Kata
By:
Allen Ross , Th.D., Ph.D.
Bagian Pertama
Pelajaran Tentang Kata-Kata
Pendahuluan
Penelitian kata dalam Alkitab sangat diperlukan
untuk suatu eksegesis yang akurat dan penting bagi eksposisi yang
kaya. Tersedia melimpah tapi seringkali para ekspositor tidak
menyadari prosedur yang benar dan perlengkapan yang terbaik.
Diragukan kalau pernah ada suatu penelitian kata
yang lengkap, atau pernah bisa dilakukan. Ada buku-buku mengenai
kata-kata tertentu, tapi bahkan semuanya tidak memasukan semua data.
Terbitan periodic, buku-buku mengenai penelitian kata, dan buku
tafsiran semua sangat menolong dalam pengumpulan materi; tapi semua
itu harus dengan seksama diuji. Kita harus puas dengan melihat
penelitian kata sebagai proses yang terus berlangsung. Tapi, dengan
beberapa perlengkapan yang baik dan sedikit latihan ekspositor bisa
mempelajari kata dengan mudah dan cepat dan bisa mengerti serta
menjelaskan artinya dan penggunaannya.
Ada tiga wilayah yang akan dipelajari dalam
proses ini: menelusuri penggunaan suatu kata, meneliti etimologinya,
dan mensurvey penerjemahannya dalam versi-versi kuno. Sebagian besar
buku mengenai hal ini akan memberikan etimologinya terlebih dahulu,
dan kemudian berurusan dengan penggunaan serta versinya; tapi kita
akan melihat penggunaannya terlebih dahulu, karena ini merupakan
langkah yang paling sering digunakan oleh pelajar Alkitab. Pelajaran
mengenai etimologi adalah yang paling sulit, tapi karena itu
diperlukan untuk mempelajari kata-kata yang jarang dan bermasalah
dalam Alkitab, hal ini tidak bisa dihindari. Pelajaran mengenai
bagaimana sebuah kata digunakan lebih mudah; dan ini mengenai
bagaimana kita melihat dari kata-kata teologi umum. Pelajaran
mengenai bagaimana suatu kata diterjemahkan kedalam berbagai versi
kuno (dan versi modern) juga lebih mudah karena hal ini berkaitan
dengan bahasa; tapi karena buku-buku tafsiran dan eksposisi sering
menggunakannya, kita harus tahu bagaimana menggunakannya dengan
benar.
Penggunaan Kata
Pendahuluan
Mengenai penelitian kata yang cukup sering,
terutama istilah kuat Alkitab, prosedur pelajaran kata dasar
membutuhkan pelajaran mengenai bagaimana sebuah kata digunakan dalam
penulisan. Faktanya, sebaiknya diingat bahwa saat kamus Ibrani atau
bahasa Semit lainnya mendaftar suatu arti dari sebuah kata, mereka
mendaftar itu atas dasar penelitian mereka tentang bagaimana kata
itu digunakan dalam konteksnya.
Mengenai pekerjaan eksegetikal dasar untuk
ekspositor, sebagian besar usaha akan dilakukan dalam mencari
kata-kata dalam konteksnya didalam Perjanjian Lama dan berusaha
mengartikulasikan artinya dalam bagian itu. Walaupun benar kalau ada
banyak kata-kata yang memiliki penggunaan yang sering (800 kali
(sekitar 7000). Jadi seringkali eksegetor melihat seluruh referensi
bagi istilah yang dihadapannya. Jika istilahnya merupakan kata yang
sangat umum, pekerjaannya harus selektif. Definisi kamus dan
etimologi akan memberikan konsep dasar, tapi jangkauan
arti dan penekanan yang tepat berasal dari
survey tentang bagaimana kata itu digunakan.
Perlengkapan untuk Mempelajari Penggunaan
Untuk melakukan pekerjaan yang akurat dan baik
dalam jangka waktu yang masuk akal, anda harus memiliki beberapa
perlengkapan yang baik. Lihat bibliography untuk detil karya-karya
yang tersedia.
Untuk penelitian kata Ibrani anda harus memiliki
lexicon atau kamus Ibrani. Karya mendasar adalah Brown, Driver and
Briggs (BDB); walau sudah tua, masih berguna. Salah satu yang
lengkap oleh Koehler and Baumgartner (KBL).
Kamus yang menyeluruh atau buku-buku mengenai
hal ini yang tersedia adalah dua set volume yang diedit oleh Harris,
Waltke and Archer, lima volume yang diedit oleh van Gemeren, atau
yang lebih besar Theological Dictionary of the Old Testament
edited by Botterweck and Ringgren.
Catatan: Bagi mereka yang tidak
mengetahui bahasa Ibrani, volume yang diedit oleh van Gemeren adalah
yang paling baik. Seluruh kata disesuaikan kedalam terjemahan bahasa
Inggris sehingga pembahasan yang relevan bisa ditemukan dengan cepat
dan mudah.
Konkordansi Ibrani yang baik yang bisa membantu
dalam melihat penggunaan kata adalah: Solomon Mandelkern, Gerhard
Lisowsky, Abraham ?Eben Shoshan, and Englishman?s. Semuanya mengatur
referensi dalam Alkitab sesuai dengan istilah Ibraninya. Fakta bahwa
sebagian tidak menggunakan frasa Inggris dari ayat-ayatnya tidak
menjadi masalah, karena tujuan dari sebuah konkordansi terutama
untuk memberi referensi dalam teks. Banyak pelajar lebih memilih
Englishman?s karena dibawah kata Ibraninya diberi daftar ayat-ayat
Alkitab dan disamping setiap ayat frasa dalam bahasa Inggris dimana
istilah itu muncul. Masalahnya adalah sebagian besar pelajar
bergantung pada arti yang diberikan dalam frasa tanpa melihat
konteks dari bagian itu. Mandelkern merupakan investasi yang lebih
baik karena bisa digunakan untuk pelajaran tata bahasa, tekstual,
dan leksikal. Buku ini mendaftar dibawah setiap bentuk struktur kata
dengan ayat-ayat bersangkutan. Seluruh ayat dari istilah itu
dipelajari dihalam itu?hanya tidak mengikuti urutan dalam Perjanjian
Lama. Lisowsky menawarkan suatu daftar langsung dari referensi
dibawah setiap istilah Ibrani dan lebih cepat bagi penelitian kata,
Eben Shoshan merupakan yang paling uptodate dan mungkin menjadi
pembelian lebih baik dari semuanya?tapi anda harus terbiasa dengan
nama-nama Ibrani dari kitab-kitab dalam Alkitab dan istilah Ibrani
bagi setiap pasal dan ayat.
Jika anda tidak mengetahui bahasa Ibrani, anda
bisa menggunakan konkordansi dari terjemahan Inggris, tapi hal ini
melibatkan beberapa langkah. Young?s Analytical Concordance, sebagai
contoh, mendaftarkan kata Inggris, dan kemudian untuk setiap bagian
dimana kata Inggrisnya digunakan, diberikan kata Ibrani tertentu.
Dibelakang buku, dia mendaftarkan seluruh kata Inggris yang
diterjemahkan dari kata Ibrani. Semuanya harus dilihat untuk bisa
mendapat keseluruhan daftar bagian dimana kata yang anda cari
muncul?dan itu penggunaan konkordansi.
Selain konkordansi yang baik dan buku mengenai
kata, salah satu perlengkapan yang bisa menolong penelitian kata
adalah English-Hebrew Old Testament, atau sebuah Interlinear
(Kohlenberger). Bahasa Inggris dalam kolom Alkitab mungkin bukan
terjemahan terbaik, tapi saat anda melihat bagian itu untuk
mempelajari narasi atau ayat untuk menemukan pengertian konteks,
sangatlah berguna untuk memiliki bahasa Ibrani disamping bahasa
Inggris untuk bisa mencek ekspresi Ibrani yang tepat. Alkitab
inter-linear digunakan oleh sebagian orang dengan cara ini, tapi
menjadi penghalang karena frasa Ibrani dan frasa Inggris harus
dikelompokan bersama karena perbedaan arah penulisan.
Kategori Arti
Prosedur pada dasarnya untuk menemukan referensi
dalam Alkitab dimana kata itu muncul, cari semua (atau sebanyak
mungkin) untuk menentukan bagaimana kata itu digunakan dalam
konteks, dan kelompokan arti yang tepat kedalam kategori berbeda.
Sebelum pekerjaan ini dimulai, sangatlah menolong untuk melihat BDB,
bagaimana mereka menyebut kategori itu. Seringkali mereka hanya
mengatur kata di grammatical sections (Niphal, etc.) atau di
subjects (Used of Man, Used of God). Ini memberikan eksegetor arahan
dalam mempelajarinya, tapi jangan dianggap sebagai kategori arti,
karena mereka sedikit sekali memberitahu tentang bagaimana kata itu
harus dimengerti.
Jadi kategori arti yang disediakan oleh
eksegetor haruslah ekspresi yang bermakna dari nuansa dasar kata
tersebut. Mengatakan bahwa Tuhan adalah subjek, atau kata itu selalu
digunakan dalam konteks militer, atau beragam gambaran pendapat,
akan sangat menolong dalam pengertian umum dari kata tersebut, tapi
tidak banyak memberitahu tentang pengertian dari kata itu. Kita
harus mengusahakan kategori yang mencerminkan bentuk tindakan atau
situasi yang digambarkan istilah itu. Ini mengharuskan eksegetor
menentukan apa yang sedang dihasilkan oleh kata kerja, apa yang
digambarkan, apa mood dalam konteks, apakah kata itu literal atau
kiasan, dan bagaimana kata itu dihubungkan dengan kata-kata Ibrani
lainnya dari akar yang sama.
Sebagai contoh, lihat kata bara?, ?to
create/menciptakan.? Etimologi hanya memberikan sedikit pertolongan
dalam mengerti istilah ini. Penggunaannya akan menunjukan jangkauan
artinya, karena jarang sekali satu definisi, seperti
?create/menciptakan?? dalam kasus ini, bisa dengan memadai
memberikan pengertian istilah bagi eksegesis. Kita ingin mengetahui
lebih banyak tentang jangkauan artinya, bagaimana kata ini digunakan
dalam Alkitab. Saat anda melihat bagian-bagian dimana kata ini
muncul, anda akan menemukan kalau sebagian besar ada dalam Kejadian
dan Yesaya. Kategorinya bisa demikian: istilah ini digunakan untuk
ciptaan supernatural Allah terhadap alam semesta (langit, bumi, umat
manusia, mahluk, angin, udara, dll?semua bagian ini bisa
dikelompokan menjadi satu); istilah ini juga digunakan untuk
pembentukan suatu roh baru dan hati baru dalam seorang pendosa,
semacam revitalisasi; istilah ini juga digunakan untuk pembentukan
bangsa Israel,dll. Didalam setiap kategori anda harus mempelajari
bagian-bagiannya untuk melihat dengan tepat bagaimana Tuhan
melakukan penciptaan atau pembentukan, cara yang Tuhan gunakan, dan
apa hasil yang diinginkan dalam tindakan (lihat tulisan contohu
untuk perkembangan).
Saat sebuah kata dipelajari dengan cara ini,
ekspositor tidak bisa mendefinisikan penggunaannya hanya dengan satu
kata, tapi akan mendapat pengertian yang jauh lebih baik akan
jangkauan artinya. Keuntungan lain dari pelajaran ini adalah
menemukan rujukan tulisan dan korelasinya yang dibuat penulis dengan
bagian lain dari Alkitab.
Kriteria Klasifikasi
Beberapa persyaratan harus diingat saat mencari
bagian-bagian untuk dikelompokan kedalam denominasi:
Lingkaran Konteks. Saat sebuah
istilah sedang dipelajari suatu perhatian besar harus diberikan pada
konteks dimana kata itu ditemukan. Sangat penting untuk meneliti
bagaimana suatu istilah digunakan dalam konteksnya?jika sebuah kata
digunakan 6 kali dalam sebuah narasi, sebagai contoh, kata itu
penting dalam pelajaran. Lingkaran berikut dari penggunaannya
diperluas ke kitab ?tidak hanya sebuah pasal, tapi seluruh kitab
dimana kata ini muncul (andaikan kitab ini ditulis oleh satu orang
?Mazmur dan Amsal tidak termasuk). Lingkaran berikut ada dalam
tulisan lain yang ditulis penulisnya ?contoh, Pentateuch. Hal ini
bergerak ketulisan lain yang ditulis diperiode yang sama, dan
terakhir seluruh Perjanjian Lama. Tingkatan ini tidak selalu bisa
dengan mudah diikuti karena kesulitan penanggalan dari beberapa
materi Perjanjian Lama. Tapi kepastian tentang bagaimana seorang
penulis menggunakan sebuah kata (mis., Daud, Yesaya) akan menerima
perhatian utama.
Sebagai contoh, , teshuqa,
?desire/keinginan,? muncul dua kali dalam Kejadian (3:16, 4:7) dan
sekali dalam Kidung Agung (7:2). Arti dari kata ini dalam 3:16 lebih
dekat ke 4:7 daripada ke Canticles?tapi para penafsir seringkali
melewati petunjuk dalam 4:7 dan mengasumsikan arti dalam 3:16 sama
seperti dalam Canticles. Kata itu berarti ?desire? diketiga tempat,
tapi konotasinya akan berbeda dalam kitab. Glossarium bahasa Inggri
bagi ?desire? memiliki beberapa kategori arti, baik atau buruk.
Tipe Literatur. Sangat penting
untuk melihat penulisan dimana istilah itu digunakan: narasi, puisi,
hukum, hikmat, nubuat, dll. Bentuk penelitian kritis telah
memberikan banyak observasi hati-hati terhadap kosa kata umu yang
digunakan dalam perbedaan tipe mazmur dan narasi. Contoh kata
?desire? yang digunakan diatas bisa juga digunakan disini, dua
digunakan dalam penulisan Taurat dan lainnya dalam Kidung Agung
Hanya karena kata-kata itu muncul dalam tipe
penulisan yang berbeda tidak berarti mereka harus berbeda arti.
Seringkali mazmur atau kitab para nabi, sebagai contoh, dengan jelas
menggunakan istilah dari Taurat tepat seperti Taurat menggunakannya.
Disaat yang lain, mereka menggunakan ekspresi itu dan menggunakannya
secara kiasan atau ironi. Eksegetor harus waspada saat bergerak
kedalam perbedaan tipe penulisan, memastikan bagaimana tulisan itu
menggunakan istilahnya.
Penanggalan. Saya berasumsi kalau
kedua pertimbangan (diatas) telah dilakukan, hal ini juga telah
dilakukan dalam prosesnya. Bahasa Ibrani dari Perjanjian Lama
meliputi abad. Sebuah istilah bisa berubah arti cukup cepat dalam
jangka waktu seperti itu. Lihat contoh bahasa Inggris: Saat St.
Paul?s Cathedral di London dibangun kembali oleh Christopher Wren
setelah kebakaran besar, King George menggambarkannya dengan
kata-kata ?amusing/mengganggu, artificial/tiruan, and awful/buruk.?
Dia menggunakan kata-kata itu untuk menyatakan atau mewakili
kata-kata ?pleasing/menyenangkan,? ?a work of art/suatu karya seni,?
dan ?awesome/luar biasa,?. Mungkin saja dalam Perjanjian Lama
perubahan arti seperti itu terjadi. Sebagai contoh, saris,
didefinisikan sebagai ?eunuch/sida-sida.? Didalam Kejadian, Potiphar
adalah seorang ?eunuch??tapi dia memiliki seorang istri seperti yang
diketahui setiap orang. Bisa dilihat dari Akkadian kalau keluarga
kata bagi bahasa Ibraninya saris pernah memiliki arti ?court
official/pejabat pengadilan,? dan kemudian berarti ?eunuch.?
Dimungkinkan untuk mengatakan kalau perkembangan yang sama terjadi
dalam bahasa Ibrani, sehingga petunjuk dalam Kejadian ditegaskan
benar dalam penggunaannya.
Bahasa Kiasan. Kata-kata bisa
digunakan secara kiasan; sebagian penggunaan secara kiasan mengubah
kategori arti.
Disini kita perlu membuat perbedaan antara
?kiasan tinggi? dan ?kiasan rendah.? Maksud ?kiasan rendah? kita
merujuk pada sebuah idiom. Sebuah istilah memiliki arti dasar
denotativenya, tapi sebagian penggunaan kiasan diperluas kedalam
wilayah semantic lain. Jika penggunaan kiasan menjadi sebuah
ekspresi tetap, suatu idiom, maka bisa masuk dalam kamus sebagai
salah satu arti dari sebuah kata. Didalam bahasa Inggris, kata
?shepherd/gembala? menjadi contoh yang baik. Kata itu pada dasarnya
berarti ?to herd sheep/mengembalakan domba? jika dirinci secara
etimologis. Jangkauan penggunaan normalnya ada dalam wilayah
pemeliharaan binatang. Tapi dengan pengaruh Alkitab kata itu
digunakan untuk para pemimpin rohani (dan ?flock/ternak? untuk
jemaat). Maka dari itu, kamus biasanya menawarkan definisi kedua,
menerangkan kalau itu suatu penggunaan dalam kotbah. Didalam
lingkaran keagamaan, faktanya, arti ini menjadi definisi pertama
yang diterima pendengar. Saat kiasan menjadi idiomatic, mereka
sering disebut ?dead metaphors.? Kiasan rendah penting bagi
penelitian kata karena bisa menjadi kategori baru.
?Kiasan Tinggi? merujuk pada kata yang digunakan
diluar jangkauan normal semantiknya, tapi tidak cukup konsisten
untuk menjadi idiomatic atau didaftarkan menjadi isi kamus. Sebuah
ekspresi seperti ?he was dead by foul subtraction? menggambarkan hal
ini. Sebuah istilah matematis digunakan untuk kematian. Istilah
?subtraction? artinya tidaklah ?death?; kata ini tidak akan mendapat
definisinya dalam kamus. Tapi dalam baris itu kata ini telah
dimasukan kejangkauan semantic dan mendapatkan pengertian emosi.
Kiasan tinggi penting karena beragam dalam kategori dan harus
diperlakukan berbeda.
Didalam mempelajari kata anda perlu mewaspadai
hal ini. Jika anda sampai pada suatu penggunaan dalam bagian
tertentu yang kelihatannya keluar dari jangkauan semantic normalnya,
anda harus 1) mengerti arti dasar dari kata itu, dan 2)
mengartikulasi penggunaan yang dibuat dari kata itu.
Jadi, didalam mengatur kategori penggunaan anda
akan lebih memperhatikan penggunaan idiomatic. Kamus menggunakan
istilah ?metaphorical? secara umum untuk arti ?figurative / kiasan.?
Sebenarnya, sangat sedikit kata yang diberikan adalah metaphor dalam
pengertian sempitnya. Kita harus berpikir dalam istilah ?figurative
/ kiasan? untuk saat ini saat istilah seperti itu digunakan. Dua
kelompok besar kiasan yang berdampak pada kategori adalah 1) Kiasan
Pembanding, and 2) Kiasan Pengganti (kita akan
mempelajari hal ini secara detil kemudian). Bagi perbandingan ide
dasar dari metaphor akan menjadi contoh; bagi pengganti metonymy
mewakilinya.
Saat sebuah kata digunakan sebagai suatu
metafora, sebuah perbandingan dibuat (ini terlalu menyederhanakan,
tapi cukup untuk sekarang). Saat sebuah metafora menjadi idiomatic,
arti dari kata itu diperluas. Sebagai contoh, ?shepherd/gembala?
didalam Alkitab digunakan secara metaforis: ?Yahweh is my
shepherd/Tuhan adalah gembalaku? (Ps. 23:1). Suatu perbandingan
dibuat antara seorang gembala dan Tuhan?kedua kata cocok dalam latar
belakang berbeda. Saat kata ini cukup digunakan untuk menjadi tetap,
arti kamus, maka arti kamus dari ?shepherd? akan diperluas untuk
meliputi penggunaan istilah itu dikedua wilayah semantiknya. Bisa
dikatakan arti kata kerja ?lead to pasture, feed, graze? atau yang
seperti itu, kemudian dibagi kedalam kategori arti antara leading
secara literal atau feeding of animals/memberi makan binatang dan
penggunaan kiasannya secara rohani berarti pemimpin pemerintah atau
guru. Saat anda mendefinisikan sebuah kata, definisi kata anda
(?shepherd? dalam kasus ini) hanyalah titik awal; anda harus
menjelaskan bagaimana kata itu digunakan. Penggunaan idiomatic yang
berasal dari kiasan pembanding memperluas arti dasar untuk digunakan
dalam wilayah semantic yang berbeda.
Saat sebuah kata digunakan sebagai sebuah
metonymy, suatu pengganti dibuat. ?The pen is mightier than the
sword? menggunakan ?pen? untuk penulisan, dan ?sword? untuk kekuatan
militer. Kiasan ini sangat umum dalam bahasa, dan terutama bahasa
Alkitab. ?They have Moses and the Prophets/mereka punya Musa dan
Para Nabi? tidak berarti mereka sebenarnya punya Musa, Yesaya,
Yeremia, dll. Kalimat itu berarti mereka punya apa yang ditulis
orang-orang itu --Alkitab. Karya telah diganti dengan penulisnya.
Saat metonymy sering digunakan sehingga bisa menjadi isi kamus,
kategori yang menggambarkan setiap penggunaannya akan menunjukan
suatu hubungan erat antara arti dasar dan arti kiasannya. Faktanya,
kamus seringkali tidak menyebut penggunaan ini sebagai suatu kiasan
?tapi sangat membantu jika dilakukan saat menjelaskan hubungan antar
kategori. Sebagai contoh, !A[;(, ?awon, memiliki arti
?iniquity,? tapi bisa juga memiliki arti ?guilt? dan ?punishment?.
Arti ini adalah metonymies, guilt untuk iniquity dan punishment
untuk iniquity adalah pengganti. Ketiga arti bisa dibuat
subdivisions dari suatu definisi yang luas, karena semuanya tetap
berada dalam wilayah semantic yang sama dari ?sin.? Tapi semua
memiliki kategori arti yang berbeda. Saat Kain berkata ?My ?awon
is greater than I can bear,? kata itu menjadi sangat berbeda jika
diberi ?my iniquity,? ?my guilt,? or ?my punishment.?
Tema Verbal atau Stem. Sebagian
dari prosedur mengelompokan kata kedalam kategori arti mereka akan
melibatkan pengertian anda akan verbal stems, yaitu., qal,
niphal, piel, pual, hithpael, hiphil, hophal, dan lesser stems.
Anda harus melihat materi dasar gramatikal yang meliputi stems ini
saat hal ini menjadi penting dalam suatu penelitian kata.
Pada suatu kali anda mungkin menemukan
pengelompokan gramatikal ini sangat menolong. Sebagai contoh,
?aman, pada intinya melibatkan dua stems, niphal (?to be
firm/menjadi teguh, sure/pasti, confirmed, faithful?) dan hiphil
(?to believe/menjadi percaya?). Penyelidikan akan mempertahankan
hiphil digunakan bersama untuk menentukan apa yang terlibat
dalam mempercayai. Hubungan dengan niphal (dan mungkin juga
qal) bisa membantu, tapi sebuah peringatan penting dititik
ini?kita tidak bisa memastikan kalau bahasa Ibrani sadar akan
hubungan etimologis antar stems. Mengatakan kita mengerti kata itu
lebih baik dengan melihat hubungan antar kata; tidaklah berarti
mereka mengerti dan menunjukan arti hubungan-hubungan itu. Saya
pikir aman mengatakan jikalau ide-ide antar stem dari suatu kata
kerja adalah transparent, dan ada bukti dari penggunaan kalau mereka
tahu hubungan-hubungan dalam arti (yaitu, permainan kata, secara
kontekstual penggunaannya jelas) , kita aman menggunakan
hubungan-hubungan itu untuk membantu membentangkan ide. Maksud saya
adalah memperingatkan anda terhadap terlalu menyederhanakan
pendekatan etimologi tanpa menegaskan ide-idenya melalui penggunaan.
Penggunaan Non-Teologis. Didalam
mencari seluruh kategori penggunaan, anda akan menjumpai penggunaan
kata non-teologis. Sebagai contoh, rekhem, seperti yang telah
kita lihat, digunakan untuk ?mercy? dan juga ?womb?; khata?,
digunakan untuk ?sin? dan juga ?missing? a target/tidak kena target.
Anda harus menentukan hubungannya, jika ada, diantara dua istilah
ini. Apakah bahasa Ibrani?atau Amerika modern?tahu kata-kata apa
yang secara etimologis berhubungan (sebagai contoh, berapa banyak
yang tahu ?ligament? dihubungkan dengan ?obligation?; seorang
etimologis akan melihat hubungannya, tapi jika anda mendengar
seseorang menggunakan kata ?obligation? dalam sebuah pesan, bisakah
anda menyimpulkan kalau pembicara sengaja menginginkan hubungan
itu?) Disini, kita bebas mengatakan jika hubungan itu transparan,
dan jika ada dukungan dari penggunaannya bagi hubungannya, kita bisa
menggunakannya untuk membantu pengertian kita. Saya ingin mengatakan
kalau ekspositor harus memegang bentuk materi ini sampai penggunaan
kata telah dipelajari untuk melihat apa yang akan diusulkan bukti
kontekstualnya.
Hal ini memunculkan pertanyaan diantara
akademisi tentang asal mula satu atas lainnya. Sangat tidak mungkin
mengatakan kalau sebuah kata seperti ajh
asal mulanya memiliki arti ?to miss the mark, a goal, the way? dan
kemudian dibawa kerealitas teologis dan memiliki arti ?to err, sin.?
Sama tidak mungkinnya mengatakan kalau arti teologis mendahului
non-teologis. Kita bisa menganggap kalau Tuhan akan menyatakan
Dirinya dalam bahasa manusia yang bisa dimengerti, kalau begitu
non-teologis adalah dasar. Tapi itu spekulatif; tidak ada bukti
penyelidikan sejarah seperti ini. Apa yang ingin saya katakana
adalah, jika penggunaan arti non-teologis itu substansial, maka itu
harus untuk mengerti arti teologis. Non-teologis biasanya suatu arti
lokal dan nyata, (sebagai contoh, ?miss a mark? untuk khata?);
teologis seringkali lebih luas dan abstrak ( ?sin? untuk kata yang
sama).
Sinonim dan Antonim. Jika bisa
menemukan sinonim atau antonym bagi kata yang sedang anda pelajari,
ini bisa meningkatkan pengertian terhadap kata itu. Suatu survey
terhadap sinonim utama dari suatu kata merupakan bagian penting dari
prosedur, karena anda perlu mempertimbangkan bagaimana kata itu
berbeda dari yang lainnya didalam wilayah semantic yang sama, dan
mengapa penulis lebih memilih kata itu daripada yang lainnya.
Bagaimana anda menemukan sinonim dan antonym?
Menurut saya jika anda mempelajari penggunaannya dan menggunakan
perlengkapan yang disebutkan dalam pembahasan sejauh ini, anda sudah
memiliki sebagian darinya. Sebagai contoh, saat anda melihat
kata-kata dalam BDB, katakanlah dibawah ratsakh, ?to kill,?
didaftar ayat-ayat dimana puisi Ibrani menggunakan suatu sinonim
dalam paralelismnya, dan ayat-ayat ini seringkali dalam
parenthesisnya punya dua baris paralel dan istilah Ibrani: ( //
tymh, hemit). Ini artinya ayat
tersebut kata dalam parenthesis paralel dengan kata yang sedang
dipelajari. Bagaimana tepatnya kata itu paralel menuntut anda
melihat bagian itu; hampir tiap saat akan sinonim, tapi terkadang
kurang sinonim atau bahkan antitetikal. ?Put to death? jelas sinonim
dengan ?kill? (kata-kata lain bisa lebih membantu?ini hanya
ilustrasi).
Saat anda melihat konteks dalam mempelajari
penggunaannya, waspadai kata-kata lain dalam konteks. Sebagai
contoh, sebuah bagian bisa mengenai ?holiness? (qodesh) dan
membahasnya secara panjang lebar; tapi dalam pembahasan hal itu bisa
dikontraskan dengan ?common? atau ?profane? (khalal ).
Faktanya teks bisa berkata apapun telah ?profaned? dari yang adalah
?holy.? Sebuah antonym seperti ?profane, common? menolong pengertian
kita akan kata ?holy? dengan mengkontraskannya.
Jika anda tidak bisa menemukan sinonim dari
survey anda, ada cara lain menemukannya. Sebuah konkordansi seperti
Young?s Analytical Concordance bisa menolong. Lihat kata Ibrani
(atau Yunani) anda dibelakang untuk melihat bagaimana kata itu
diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (AV). Jika anda mencari
ratsakh, anda akan menemukan beberapa kata: ?kill, murder, atau
manslaughter.? Anda kemudian harus mencari masing-masing kata itu
dalam setiap bagian di konkordansi. Dibawah kata ?kill? anda akan
menemukan satu kumpulan kata-kata Ibrani yang diterjemahkan dengan
kata ?kill.? Setelah melihat dibeberapa tempat dalam konkordansi,
anda seharusnya mendapatkan suatu contoh dari sinonim umum. (Anda
juga bisa melihat kata-kata Yunani Perjanjian Baru, dan ini bisa
diperhatikan untuk pelajaran lanjutan).
Selain metode ini, perlengkapan referensi bisa
membantu. Kamus sinonim dan antonym (dalam bahasa Inggris) bisa
membuat anda memikirkan konsep yang bisa dilihat dalam kamus Ibrani,
buku mengenai hal ini bisa memberikan pembahasan umum mengenai
bagaimana kata-kata itu cocok kedalam wilayah semantiknya. Buku
tafsiran dan teologi Perjanjian Lama juga bisa membantu. Sinonim
lebih mudah ditemukan daripada antonym; jangan terganggu jika hanya
sedikit yang ditemukan dalam langkah ini, tapi evaluasi apa yang
bisa anda temukan dengan tujuan mengerti kata itu lebih baik.
Ringkasan mengenai Penggunaan
Disini secara singkat ingin saya ulang kembali
konsep utama dalam melacak penggunaan kata sebelum lanjut ke bagian
berikutnya.
1. Lihat seluruh kategori yang diberikan dalam
kamus untuk melihat bagaimana mereka mengatur penggunaan.
2. Cari petunjuk dalam Alkitab untuk melihat
bagaimana kata itu digunakan dalam konteks. Jangan bergantung pada
frase-frase yang digunakan dalam konkordansi?anda perlu lebih banyak
konteks (dan definisi bahasa Inggrisnya bisa menyesatkan anda). Jika
kata itu memiliki referensi terlalu banya, selektiflah?pertama,
lihat referensi yang diberikan dalam kategori yang sama, kemudian
referensi bermasalah, dan kemudian lihat penggunaan umumnya.
3. Mulai mengelompokan arti yang mirip dan
tulis judulnya.
4. Jika anda menemui penggunaan non-teologis,
perhatikan dengan seksama karena bisa menolong mendukung atau
menggambarkan bukti, tapi tidak bisa langsung membaca artinya
kedalam penggunaan teologis tanpa pengujian,
5. Jika anda menemui sinonim dan antonym,
berusaha menentukan bagaimana kata anda berbeda dari mereka.
6. Lihat buku mengenai hal ini untuk melihat
apakah penulis-penulis itu menyebutkan sesuatu yang anda lewatkan.
Jangan terlalu cepat melakukan hal ini; jika anda telah mensurvey
penggunaannya, anda lebih diperlengkapi untuk menilai usulan mereka,
jika belum, mereka akan lebih mempengaruhi anda,
7. Letakan penyelidikan kata dalam
perspektifnya: hal ini menyediakan arti dan jangkauan arti dari
kata?digunakan dalam pernyataan. Pernyataan-pernyataan akan
membentuk inti teologi. Sebagai contoh, anda tidak membuktikan
doktrin kelahiran dari anak perawan dari penyelidikan kata Ibrani
?alma, ?virgin/young woman?; anda belajar kemungkinan kata ini
melalui penggunaannya, dan membawanya sebagai pilihan terhadap
konteks yang sedang dipelajari. (Doktrin diajarkan melalui
pernyataan jelas dari Alkitab) Anda perlu menegaskan pilihan anda
melalui eksegesis kontekstual. Jika anda ingin menganggap suatu arti
kontekstual pada kata yang tidak ditemukan dalam penggunaan Alkitab,
penafsiran anda tidak memiliki dukungan dan dipertanyakan.
Etimologi
Pengertian Etimologi
Bagian tulisan ini akan memberikan batasan yang
jelas bagi pelajaran mengenai etimologis (atau philological)
kata-kata Ibrani. Ini merupakan aspek pelajaran yang lebih teknis,
biasanya merupakan pekerjaan seorang ahli. Tapi kita tetap harus
belajar sumber-sumber dasar dan metode-metode untuk bisa menggunakan
penemuan etimologis secara efektif.
Banyak karya telah dihasilkan yang membahas
penyalahgunaan etimologis dalam mempelajari Alkitab selama abad-abad
yang lalu (dan ini penting karena para pelajar tetap membeli
buku-buku yang tidak selalu berdampak baik); kita bisa belajar dari
praktek ceroboh dan berbahaya tersebut, betapa pentingnya metode
yang benar. Pembahasan yang paling membantu adalah: P. F. Ackroyd,
?Meanings and Exegesis? in Words and Meanings, ed. by Ackroyd
and Lindars (Cambridge University Press, 1968); James Barr,
Comparative Philology and the Text of the Old Testament
(Oxford: Clarendon Press, 1968); James Barr, ?Did Isaiah Know About
Hebrew `Root Meanings??? ExT 75 (1964); James Barr,
?Etymology and the Old Testament,? OTS 19 (1974); James Barr,
The Semantics of Biblical Language (Oxford: Clarendon Press,
1961); R. Gordis, ?On Methodology in Biblical Exegesis,? JQR
61 (1960):93-118; Max L. Margolis, ?The Scope and Methodology of
Biblical Philology,? JQR NS 1 (1910, 1911):5-41; D. F. Payne,
?Old Testament Exegesis and the Problem of Ambiguity,? ASTI 5
(1967):48-68; S. Ullmann, The Principles of Semantics
(Oxford: Basil Blackwell, 1957).
Tulisan dari Barr sangat membantu dalam
memisahkan berbagai disiplin yang bisa disebut ?etymology.? Berikut
ini adalah daftar hasilnya. (Lihat juga Yakov Malkiel, Essays on
Linguistic Themes [Oxford, 19681], pp. 199-227).
Etymology A: Rekonstruksi Prasejarah.
Bentuk kegiatan etimologis pertama adalah rekonstruksi bentuk dan
pengertian dari yang disebut dengan proto language. Menurut
naturnya, Proto Semitic (PS) ada lebih dulu daripada dokumentasi
sejarah.
Hebrew ?amar ?say? ?berkata?
Arabic ?amara ?command? ?perintah?
Ethiopic ?ammara ?show, know? ?menunjukan,
mengetahui?
Akkadian amaru ?see? ?melihat? PS ?be clear?
?menjadi jelas??
Bentuk rekonstruksi ini melibatkan dua aspek:
phonologi dan semantic. Saat kita telah menemukan korespoden
phonemes, kita melihat kalau arti dalam bahasa sejarah bisa
menunjukan apa arti dalam bahasa leluhur, dan hal ini pada akhirnya
bisa menunjukan jalur semantiknya, dalam kasus kita jalur semantic
dari tahapan pra-Ibrani untuk membuktikan artinya dalam Alkitab
Ibrani.
Perbandingan yang kita jalankan, kegiatan dimana
kita menyandingkan sebuah kata Arab atau sebuah kata Akkadian dengan
sebuah kata Ibrani, semuanya menunjukan kalau bahasa-bahasanya dan
kata-kata yang dipertanyakan memiliki suatu prasejarah yang umum.
Etymology B: Penelusuran Sejarah.
Kegiatan ini melacak bentuk-bentuk dan arti dalam suatu perkembangan
sejarah yang bisa diamati. Jika kita tidak bisa menjalankan kegiatan
ini sepenuhnya dalam bahasa Ibrani, dikarenakan kurangnya informasi
yang memadai. Proses ini tumpang tindih dengan penggunaan.
Didalam kasus B kegiatannya lebih kurang
hipotetikal dan lebih kurang rekonstruktif dalam karakter: kegiatan
ini berjalan didalam satu bahasa yang dikenal dan melacak
perkembangan dari suatu akar/kata melalui berbagai tahapan, semuanya
meluas dalam dokumen sejarah. Tetap ada beberapa rekonstruksi
dilibatkan. Walaupun kita bisa mendapatkan tahap pertama dan tahap
kedua dari suatu kata, jalur dari tahap pertama ke tahap kedua
jarang diketahui dengan objektifitas mutlak.
Kemudian, bagaimana kita menaksir kemungkinan
dari berbagai penjelasan perubahannya. Dua cara: 1) dengan melihat
perkembangan masa kini dalam pemikiran dan budaya (perkembangan
mengenai korban, pengkodean hukum, dll,); 2) suatu klasifikasi awal,
didasarkan pada pengalaman linguistik kita sebelumnya, dari
cara-cara dimana arti-artinya memang berubah dan berkembang. Kita
juga akan kembali pada hal ini.
Etymology C: Adopsi dari Bahasa Lain.
Bentuk ketiga dari kegiatan ini mengenai penelusuran kebelakang yang
disebut ?loan words/kata-kata pinjaman.? Sebagai contoh, kata Ibrani
hekal bisa dilacak sampai pada kata Akkadian ekallu,
berasal dari Sumerian E.GAL, ?big house/rumah besar.? Tulisan
Alkitab bahasa Ibrani memiliki sejumlah kata-kata asing, tapi tidak
sebanyak bahasa Inggris (Lihat M. Ellenbogen, Foreign Words in
the Old Testament). Didalam bahasa Ibrani sesudahnya, adopsi
dari bahasa Persia, Yunani dan Latin menjadi lebih umum. Didalam
kegiatan ini, tugasnya adalah mengidentifikasi apakah kata-kata itu
memang merupakan adopsi, untuk mengenali bahasa awalnya, artinya
dalam bahasa itu, dan, jika ada informasi yang mencukupi, tanggal
saat diadopsi kedalam bahasa Ibrani.
Selain itu, ada karaguan mengenai perkembangan
lebih lanjut kata itu dalam bahasanya sendiri. Pertanyaan mengenai
kata hekal cukup kompleks. Tapi fakta kalau kata itu
digunakan dalam bahasa Ugaritic menunjukan kalau kata itu dibawa ke
cabang Kanaan cukup awal. Tapi berlawanan dengan hal itu adalah
pertanyaan mengenai mengapa kata itu tidak pernah digunakan dalam
Pentatuch atau Yosua dan Hakim-hakim, dan jarang digunakan dalam
kitab Samuel dan para nabi awal. Setiap pembahasan juga harus
mengenali kalau dalam bahasa Akkadian kata itu memiliki arti ?royal
palace/tempat terhormat? umumnya, dimana dalam bahasa Ibraninya
memiliki arti ?temple/bait.?
Menerima kalau derivasi dari hekal itu
benar, kita harus melihat apakah informasi ini, walaupun benar,
sepenuhnya tidak relevan dengan semantic istilah itu dalam
Perjanjian Lama, Karena tidak ada bukti kalau setiap orang Ibrani
mengetahui kalau kata itu berasal dari Sumeria atau artinya dalam
bahasa itu; pengertian dalam bahasa itu tidak memberikan kesan yang
benar terhadap pengertian dalam bahasa Ibraninya. Kata-kata lain,
dengan derivasi asing, bisa membawa tekanan yang lebih dalam
penggunaannya pada bahasa Ibrani. Masing-masing harus dipelajari
dengan kecocokannya, tapi hal yang tidak penting dikeluarkan dari
eksegesis.
Etymology D: Analisa Morphem. Disini
?etymology? merupakan suatu pemisahan dan identifikasi anggota
bagian dari kata. Permulaan kegiatan seperti itu biasanya dengan
mengutip leksikal morphem, akarnya. Hal yang biasanya terjadi adalah
orang mengutip bentuk yang paling sederhana, yaitu., bentuk yang
paling umum dan paling dikenal, atau bentuk dimana tradisi
gramatikalnya merupakan bentuk kutipan umum (qal perfect).
Hal dalam etimologi adalah kutipan dari yang termudah, lebih dikenal
atau bentuk yang lebih awal. Tapi bisa juga kata itu merupakan suatu
derivatif dari bentuk yang lebih sederhana.
Susunan kata-kata tidak umum atau kurang penting
dalam Ibrani, kecuali bagi kasus khusus mengenai nama. Tapi
kata-kata Ibrani bisa disusun dalam arti lain, yaitu, suatu leksikal
morphem dan pola infix. Saat seseorang mengatakan bahwa mispar
berasal dari s-p-r, itu merupakan salah satu bentuk
etimologi. Tapi itu bukan suatu proses sejarah; tidak ada saat
dimana s-p-r ada sebelumnya, atau secara independen dari kata
yang memasukannya. ?Akar? nya adalah suatu abstraksi dari kata-kata
yang meliputi penyimpangan yang sama dan membentuk suatu wilayah
semantik (lihat Sawyer).
Kata ?derivative? merupakan istilah yang mendua.
Kata itu bisa merujuk pada proses sejarah, bekerja dengan kategori
sebelum dan sesudah. Kata itu juga bisa merujuk pada hubungan yang
bisa disebut generative. Hubungan antara s-p-r dan
sepher, ?book/buku,? adalah suatu generative.
Pertanyaan apakah suatu arti akar kata bisa
secara berguna dan berarti dinyatakan bagi suatu kata Ibrani atau
kelompok kata tergantung pada sejarah semantic dari kelompok kata
yang dimaksud. Dimana kata-kata itu memiliki akar yang sama dan
berada dalam wilayah semantic yang sama, kurang beralasan jika arti
dari akar ini tidak diberikan; tapi dikala tidak demikian, maka
hubungan semantic antar akar dan kata yang dibentuknya bisa berbeda
bagi setiap kata dan hubungan arti kata itu dengan arti akar kata
itu hanya bisa didefinisikan dalam istilah histories. Jika ini yang
terjadi, maka (berlawanan dengan tradisi) seluruh kata Ibrani tidak
bisa diberikan suatu perlakuan yang sama dalam hal ini.
Jika pengidentifikasian akar kata diterima
sebagai suatu bentuk dari etimologi, ini akan menjadi suatu campuran
dari proses histories dan non-historis, dengan non-historis mungkin
awalnya mendominasi.
Etymology E: Perbandingan Serumpun.
Sekarang kita masuk kedalam proses heuristic dimana pengertian dari
kata-kata yang tidak jelas dijernihkan dengan petunjuk dari bentuk
yang nampaknya serumpun dan arti yang dikenal dalam bahasa lain
seperti Ugaritic, Arabic, dan Akkadian. Pembahasan menyeluruh
mengenai hal ini, lihat Barr, Comparative Philology.
Didalam kasus A, pengertian Ibrani berfungsi
bersama dengan bahasa Arabic dan Ugaritic, etc., sebagai bukti dasar
dimana keadaan prasejarah bisa diproyeksikan; dalam kasus E
pengertian Ibrani harus ditemukan. Terkadang penemuan baru dari
bentuk ini tidak menunjukan kata-kata dari turunan proto-Semitic,
tapi kata-kata pinjaman, dan dalam kasus itu mereka bergantung pada
metode dari kasus C.
Kesimpulan. Sebenarnya ada empat tipe
kegiatan yang didaftar disini: A-D; E sebenarnya bukan kasus yang
baru, hanya suatu penerapan dari C atau (lebih sering) A.
Kita bisa mengeneralisasi dan mengatakan bahwa
tidak ada satu saja, entitas yang tertanda jelas yang merupakan
etimologi. Etimologi adalah istilah tradisional untuk beberapa
bentuk pelajaran, meneliti kata-kata sebagai unit dasar dan tertarik
dalam menguraikannya dihubungkan dengan elemen umum yang secara
historis lebih awal, yang diambil dalam lingkup pelajaran ?asal
mula,? yang kelihatannya lebih dasar sebagai unit arti, atau yang
kelihatannya memiliki tempat lebih awal dalam proses menghasilkan
yang waras.
Prosedur Etimologikal
Etimologi adalah pelajaran mengenai sejarah dan
perkembangan suatu kata, menggunakan satu atau lebih dari prosedur
diatas. Usulan berikut akan menyediakan kerangka praktis untuk
mempelajarinya.
Definisi Kamus
Pertama, telusuri leksikon untuk definisi dasar.
Definisi ini merupakan hasil tertulis dari para lexicographers;
mereka menyediakan suatu dasar kerja untuk penelitian kita. Leksikon
standar yang digunakan oleh pelajar bahasa Ibrani adalah Francis
Brown, S. R. Driver, and Charles Briggs, biasanya disebut BDB. Karya
ini mendaftar seluruh istilah yang berkaitan dari satu kata dibawah
satu akar tiga simpangan. Banyak hubungan-hubungan etimologis ini
terbukti salah, sehingga penilaian kritis diperlukan. Lebih lagi,
penafsiranna tidak selalu diterima berkaitan dengan bias teologis
dari para penulisnya.
Karya besar lainnya adalah leksikon dari Ludwig
Koehler and Walter Baumgartner (KBL). Ini mungkin berbeda dalam
artinya karena lebih uptodate dalam hubungan serumpunnya, terutama
dalam daftar Ugaritik. Ini juga memiliki materi yang perlu diuji
karena berasal dari suatu metode yang telah ditentang. Kehati-hatian
sangat diperlukan.
Derivative
Saat kamus anda terbuka, teliti derivativenya,
yaitu kata benda, adjectives, adverbs, dan nama-nama yang
didaftarkan sebagai kata yang diambil dari kata kerja. Tapi ingat,
tugas ini tidak menunjukan kalau kata kerja, the qal perfect
tense, telah ada sebelum kata benda atau adjectives?ini hanyalah
suatu cara yang nyaman untuk menggambarkan kata-kata yang serumpun
(dari akar yang sama) dalam bahasa Ibrani.
Didaftarkan setelah pembahasan kata kerja adalah
seluruh kata benda, adjectives, prepositions, dan particles yang
kelihatannya secara etimologis berhubungan. Disini kehati-hatian
diperlukan, karena tidak semua item berasal dari kata kerja ini.
Masing-masing harus dinilai untuk diuji apakah memang berhubungan
dengan akarnya.
Jika kata-kata yang berhubungan memiliki tulisan
Ibrani yang sama dalam urutannya yang sebenarnya, dan terdapa arti
yang pada umumnya berhubungan, maka mereka mungkin serumpun.
Seharusnya ada beberapa hubungan arti yang bisa menolong dalam
eksposisi. Ini tidak mengatakan kalau bahasa Ibrani itu sendiri
mengerti pengerjaan didalam bahasa mereka sendiri. Seperti dengan
orang yang berbahasa Inggris, hanya hubungan akar kata yang umum
yang dikenali. Hubungan yang samar menjadi tugas para spesialis.
Penelitian Bahasa Serumpun
Fakta bahwa bahasa-bahasa dari Fertile Crescent
memiliki kosa kata dan tata bahasa yang menunjukan kalau mereka
dikembangkan dari satu sumber umum. Kesalingterkaitan bahasa-bahasa
ini yang membantu penelitian leksikal. Jadi tanpa berusaha
merekonstruksi hubungan dalam bahasa-bahasa itu, kita bisa
membandingkan stok leksikal dalam bahasa serumpun untuk membantu
pengertian kita mengenai kata-kata.
Suatu survey yang sangat umum akan diberikan
diparagraf pertama dari kamus Ibrani. BDB, sebagai contoh, akan
mendaftar kata-kata dasar yang muncul dalam bahasa-bahasa ini,
kecuali bahasa Ugaritik yang ditemukan kemudian. Survey ini akan
memberikan ide mengenai bahasa apa yang memiliki kata itu. Jika
semua rumpun yang didaftar memiliki arti dasar yang sama, bisa
disimpulkan kalau kata itu merupakan suatu istilah yang sudah
dikenal dan tidak berubah selama berabad-abad.
Jika arti-arti dari kata dalam bahasa itu sangat
berbeda dari Alkitab Ibrani, atau jika kata dalam Alkitab Ibrani itu
jarang dan bermasalah, maka penelitian lebih lanjut dalam etimologi
menjadi penting. Survey berikut ini akan memberikan suatu
pendahuluan terhadap bahasa-bahasa itu dan kamus mereka.
Akkadian. Bahasa ini, juga disebut
Babilonia dan Asiria (terutama dalam BDB) bergantung pada tulisan
pada tablets (di Akkad, terutama Babilon dan Niniwe), ditulis dalam
cuneiform script pada clay tablets. Ini merupakan bahasa utama bagi
keluarga Semit Timur, tapi meluas ke Fertile Crescent sebagai
lingua franca selama berabad-abad.
Sebutan Akkadian berasal dari kota Akkad,
ibukota Sargon. Akkadian lama ada sekitar 2500-2000 B.C. Materinya
terbatas, tapi gambarannya cepat berubah berkaitan dengan pertalian
Akkadian Lama dengan Eblaite ditemukan di Tell Mardikh (di Syria).
Babilonia adalah dialek dari wilayah selatan.
Babilonia Lama ada sekitar 2000-1500 B.C., Babilonia Pertengahan
sekitar 1500-1000, dan Babilonia Baru sekitar 1000 B.C. sampai pada
era Kristen. Tulisan Babilonia (disebut Later Babylonian) digunakan
antara 1400 dan 500 B.C. Semua itu menunjukan variasi dialektikal.
Assyrian adalah dialek dari bagial wilayah
utara; dibagi kedalam Asiria Lama (2000-1500). Asiria Pertengahan
(1500-1000) dan Asiria Baru (1000-600).
Ada saatnya sangatlah menolong bisa mengetahui
kapan suatu kata menyatakan arti tertentu, merujuk pada arti suatu
kata Asiria merupakan suatu petunjuk umum. Kamus yang paling
menyeluruh adalah Chicago Assyrian Dictionary (CAD). Hal yang
telah diselesaikan sampai saat ini sangat banyak, memberikan contoh
arti dari beragam teks. Tapi belum selesai; karena kata-kata dalam
alfabet berikut, leksikon oleh Wolfram von Soden (AHW) harus dicek.
Kamus Akkadian ini sangat mahal; sangat sedikit
yang mendapatkannya. Tapi, sangat bijak bisa menggunakannya saat
dimungkinkan (sedangkan disini dengan akses perpustakaan), untuk
mendapatkan pengertian yang lebih baik dari data leksikal Akkadian
dan karena itu bisa mulai mengerti informasi yang diberikan dalam
kamus-kamus
BDB biasanya mendaftar setiap dan seluruh
kata-kata Akkadian sebagai Ass. (Assyrian).
Ugaritic. Ugaritic adalah bahasa dari
teks yang ditemukan di Ugarit, Siria. Tulisan ini mungkin mewakili
dialek Northwest Semitic. Masa penulisan dari abad 14th dan 13th
B.C. Jadi karena hubungan histories, geografis, dan linguistik
dengan tulisan Alkitab Ibrani, materi Ugaritik memiliki kepentingan
dalam mempelajari Alkitab.
Tablet-tablet Ugaritic ditemukan (di tahun 1927)
setelah BDB ditulis (1907), jadi datanya tidak termasuk didalamnya.
KBL memasukannya, tapi hanya daftar arti dasar dari istilah yang
diperbandingkan. Untuk karya yang lebih lengkap kita harus melihat
Cyrus Gordon?s Ugaritic Textbook untuk glossarynya Bisa juga
serangkaian tulisan mengenai Leksikografi Ugaritik yang ditulis oleh
Mitchell Dahood in Biblica; J. Aisleitner?s book, Worterbuch das
Ugaritischen Sprache (WUS) bisa juga dipertimbangkan demikin
juga I. Cohen?s Hapax Legomena in the Light of Akkadian and
Ugaritic..
Aramaic. Aramik Lama adalah bahasa dari
Aramaic inscriptions diabad kesepuluh sampai kedelapan B.C.
Classical atau Imperial Aramaic adalah bahasa yang digunakan
dibahasa pemerintahan Asiria, Babilonia, dan Persia (abad ketujuh
sampai keempat B.C.). Suatu tipe dari Classical Aramaic diwakili
oleh Biblical Aramaic (BA) yang ditemukan dalam Gen. 31:47; Jer.
10:11; Ezra 4:8--6:18, 7:22-26; dan Dan. 2:4--7:28. Penanggalan dari
material ini telah diperdebatkan oleh kritik-kritik.
Aramaic kemudian dibagi antara dialek utara dan
Timur. Aramaic Utara diwakili oleh Nabataean, bahasa dari populasi
Arab di Petra (abad pertama B.C. sampai ketiga A.D.); Palmyrene,
bahasa dari populasi Arab di Palmyra berasal dari periode yang sama;
Aramaic Yahudi Palestina, bahasa yang diucapkan di Palestina selama
masa Kristus, diwakili dalam ?Genesis Apocryphon? (Dead Sea Scrolls
[DSS]) dan Palestinian Targum (demikian juga Jerusalem and Targumim
Onkelos and Jonathan).
Aramaic Timur diwakili oleh Syriac. Ini pada
mulanya merupakan bahasa dari Edessa, tapi kemudian hari
mengembangkan suatu tulisan Kristen dari abad ketiga sampai
ketigabelas A.D. Babylonian Aramaic adalah bahasa yang digunakan
oleh Babylonian Talmud (abad keempat sampai keenam A.D.). Mandaean
adalah bahasa dari sekte Gnostic Mandaeans (abad ketiga sampai
kedelapan A.D.).
Untuk tulisan Aramik dalam Alkitab, BDB, dan
sebagian besar kamus lainnya, memasukan suatu bagian pembanding
dibelakang dengan definisi-definisi serta referensi-referensinya.
Untuk Aramik yang kemudian, dua volume oleh Jastrow (telah disebut
sebelumnya) merupakan keharusan. Untuk tulisan lebih awal (bisa saja
membantu), tiga volume oleh Donner and Rollig termasuk suatu
glossary istilah. Untuk Syriac, Payne-Smith adalah perlengkapan yang
perlu dilihat.
Arabic secara linguistik rumit karena
merangkul seluruh ucapan diseluruh wilayah Arab. Ancient or
Epigraphic South Arabian (ESA) adalah bahasa dari kota South west
Arabian kuno (tertanggal sekitar abad kedelapan B.C. sampai abad
keenam A.D.). Dialeknya adalah Sabaean, Minaean, Qatabanian, Hadrami
dan Awsaniian.
Penulisan Pra-klasik Arab Utara ada pada abad
kelima B.C. sampai ke abad keempat A.D.; mereka adalah dialektika
Tamudic, Lihyanite, dan Safaitic. Tapi Klasik Utara biasanya yang
kita kenal dengan ?Bahasa Arab.? Bahasa ini mencapai puncaknya dalam
puisi Arab Pra Islam dan selanjutnya dalam Qur?an (abad ketujuh
A.D.). Difusi dan kelanggengannya berkaitan dengan penyebaran Islam.
Bahasa Arab secara gramatikal sangat penting
karena telah dijaga secara konservatif. Tapi, bahasa itu secara
etimologis dan leksikografis tidak selalu sepenting seperti
bahasa-bahasa yang lebih dekat waktu dan geografisnya dengan tulisan
Alkitab Ibrani. Jika digunakan dengan hati-hati, beberapa pengertian
bisa diperoleh. Karya yang terlengkap untuk bahasa Arabik adalah
bervolum-volum leksikon oleh William Lane. Untuk menggunakannya,
kita perlu memiliki sebagian pengetahuan mengenai bahasa Arab,
setidaknya tahu mengenai alfabetnya. Kamus lain yang bisa
dipertimbangkan adalah Han?s Wehr?s Modern Arabic Dictionary.
Ini lebih mudah karena bahasa Arabnya telah di-transliterated ke
Arab modern. Tapi, kita harus ingat pengubahannya adalah bahasa Arab
modern; sebelum membuat keputusan tafsiran yang didasarkan atas
informasi ini, persyaratan lain harus diperhatikan.
Ethiopic. Etiopia Kuno (atau Ge?ez)
pertama kali dibuktikan dalam beberapa abad awal A.D. Bukti terkuat
ada dalam penulisan the great Aksum dari abad keempat. Itu kemudian
mengembangkan suatu tulisan keagamaan yang secara eksternal dari
awalnya mendominasi sampai ke masa modern (diwakili oleh Tigrina,
Tigre, Amharic, dan Gurage).
Ada banyak buku yang tersedia mengenai materi
leksikal dari bahasa-bahasa semitik, tapi tidak membantu dengan
konsisten seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Franz
Rosenthal?s Aramaic Handbook memiliki suatu glossary singkat
untuk kosa kata fpm texts dari masa Achaemenid, dari tulisan-tulisan
Syriac, Samaritan, atau dari Palmyrene, Nabatean dan berbagai cabang
lainnya. Seringkali hal ini bisa menolong menelusuri suatu kata
sampai ke materi penulisan awal seperti Palaeo-Hebrew atau Aramik
Lama. Selain karya Donner and Rollig, Dictionary of Northwest
Semitic Inscriptions oleh Jean and Hoftijzer bisa membantu.
Definisi Ibrani Sesudahnya.
Salah satu kesalahan paling umum dalam meneliti
kata-kata adalah mengabaikan Ibrani yang kemudian, Disini kita
memiliki seluruh tulisan Rabinis Ibrani, yang ada dalam kelanjutan
budaya dan linguistik Alkitab Ibrani. Lebih lagi, ada usaha yang
dilakukan oleh para Rabi untuk menggunakan kata-kata dalam
tulisan-tulisan suci dengan cara yang sama dengan penggunaannya
dalam Alkitab. Salah satu keuntungan mempelajari wilayah ini adalah
penggunaan istilah itu mungkin terdapat dalam pembahasan disalah
satu bagian tulisan-tulisan suci.
Karya standar untuk materi ini adalah Jastrow,
A Dictionary of the Targumim, the Talmud Babli and Yerushalmi,
and the Midrashic Literature. Karya ini memasukan pembahasan
mengenai Mishnaic Hebrew (MH, yang BDB sebut NH).dan Aramaic, untuk
penulisan ditulis dikeduanya. Cara mengatakan mana yang sedang
dibahas (jika ini sama sekali baru bagi anda) adalah melihat
abbreviations. Pi. Ibraninya Piel, tapi Pa..
setara dengan Aramiknya. Istilah Aramik lainnya adalah Pe
(= Qal), Af. atau Hap. (= Hiph). Untuk
pembahasannya, lihat Moscati?s Comparative Grammar, atau
Rosenthal?s A Grammar of Biblical Aramaic..
Mishnah didalamnya ada
pengajaran-pengajaran para Rabi awal dari B.C. 300 sampai A.D. 300.
Materi ini meliputi topik biblical yang luas, sebagian besar
mengenai hukum atau legislative. Ini ditulis dalam Mishnaic Hebrew
(Lihat Segal, Mishnaic Hebrew). Referensi bagi materi ini
mengikuti suatu format traktat --pasal--ayat: Sanhedrin 3:5.
Talmud memasukan traktat-traktat dari
Mishnah dan menambah setiap bagian suatu Gemara dalam bahasa
Aramik. Gemara adalah tulisan mengenai penjelasan Rabinis
sesudahnya dari Mishrmh. Referensi bagi Talmud berbeda: Sanhedrin
23a (merujuk pada halaman atau kolom dalam traktat).
Midrash pada intinya adalah eksposisi
Yahudi ( haggadah bukannya halakah, yaitu, eksposisi
bukan pengajaran-pengajaran hukum. Sangat sulit ditentukan
penanggalannya. Nilainya untuk penelitian kata lebih sedikit dari
nilainya bagi eksposisi bagian-bagiannya. Referensi bagi
koleksi-koleksi midrashim berbeda, tapi untuk koleksi Rabba dasar,
referensinya merupakan nama dari kitab itu: Genesis Rabba 15:1.
Untuk koleksi lainnya lihat abbreviations dalam buku Jastrow,
atau Danby (The Mishna).
Targum adalah suatu terjemahan,
seringkali paraphrastic, dari Kitab Suci, ditulisa dalam bahasa
Aramik. Ini mewakili pembacaan resmi Kitab Suci dalam Sinagoge.
Nilainya bagi penelitian kata bergantung pada seberapa teliti
terjemahan targumik dilakukan dikitab itu atau setidaknya konteks
dimana kata itu ditemukan.
Ringkasan: Langkah-langkah Praktis dalam Menelusuri Etimologi
Sebelum kita melihat prosedur untuk mempelajari
penggunaan suatu kata, mana yang lebih penting dan kurang terlibat,
kita harus meringkas prosedur dalam melakukan etimologi. Seperti
yang anda lihat, penelitian etimologi bisa sangat terlibat dan
mendetil. Tapi, dalam banyak kasus suatu kata yang jarang digunakan
dipelajari (dan disinilah etimologi begitu penting, karena tidak
banyak penggunaannya yang bisa dilacak) ?kata itu tidak muncul
disetiap bahasa atau serumpunnya, sehingga langkahnya terbatas pada
satu atau dua tempat pengecekan, menurut suatu kamus Arab, atau
kamus Rabinis Ibrani.
1. Tentukan apakah anda perlu atau tidak
menelusuri etimologi suatu kata. Jika kata yang sedang anda pelajari
memiliki banyak penggunaan dalam Perjanjian Lama, latar belakang
etimologikal dari kata itu hanya perlu diamati untuk melihat jika
kata itu merupakan suatu kata yang stabil didalam sejarahnya, atau
apakah kata itu kelihatannya berubah arti dari budaya ke budaya,
atau abad ke abad. Satu lagi alasan menggunakan etimologi untuk
suatu kata Ibrani yang sering digunakan adalah untuk mencari
beberapa penggunaannya yang mirip dalam bahasa serumpun yang bisa
membantu menggambarkan artinya ?tapi arti akan ditentukan oleh
penggunaan.
2. Periksa paragraph pertama dari kamus untuk
daftar singkat bahasa serumpun bagi kata itu. Kamus-kamus perlu
digunakan dengan hati-hati karena mereka berusaha membuat hubungan
etimologis disemua kata, bahkan saat mereka tidak pasti akan
keakuratannya.
3. Jika arti dari bahasa serumpun tidak
harmonis, atau jika anda memerlukan bukti lebih lanjut untuk bisa
mengerti daftar, maka anda perlu melihat beragam kamus untuk
mendapat informasi. Tentu, prosedur ini akan sangat sulit bagi
banyak orang setelah mereka meninggalkan seminari dan jauh dari
perpustakaan. Kita bisa membeli buku, atau membeli software yang ada
buku-buku itu didalamnya, atau hanya bergantung pada sumber sekunder
dalam menyelesaikan penelitian mereka (selalu tidak pasti). Jika
yang pertama kasusnya, maka didalam seminari anda perlu menguji
buku-buku itu sebanyak mungkin untuk mendapatkan pengertian
bagaimana andalnya mereka bagi anda untuk digunakan dikemudian hari.
4. Coba letakan penggunaan dalam bahasa
serumpun yang telah terbukti kedalam suatu kerangka histories dan
budaya.
5. Jika anda menemukan suatu arti yang baik
dalam bahasa serumpunnya yang kelihatannya konsisten, jangan
menganggap itulah artinya dalam bahasa Ibrani. Anda harus mengujinya
melalui penggunaan kata itu dalam bahasa Ibrani,
6. Pelajari inti bahasa serumpun Ibrani,
disebut derivatives. Lihat kata apa lagi yang digunakan dalam
Perjanjian Lama yang berasal dari akar yang sama (yaitu, memiliki
urutan huruf yang sama dan kelihatannya memiliki hubungan dalam
artinya). Walau demikian hati-hati dengan hal ini. Kamus-kamus
mendaftarkan kata-kata yang mereka anggap berhubungan sebagai
derivative. Mungkin saja tidak ada hubungan sama sekali.
7. Pastikan untuk mempelajari Rabinik Ibrani,
karena hal ini memberikan kelanjutan budaya bagi kata itu. Hal ini
penting karena rabi-rabi berusaha menggunakan kata-kata sedekat
mungkin dari Alkitab, terutama karena tulisan mereka bertujuan
menjelaskan Alkitab.
Bukti dari Ragam Versi
Versi-versi Kuno
Versi kuno terjemahan Yunani Perjanjian Lama
adalah yang paling banyak digunakan. Para ekspositor modern hanyalah
tidak bisa mengontrol informasi dari Targum Aramik, Syriac Peshitta,
atau Latin Vulgate, yang paling penting. Faktanya, dari
memperhatikan karya yang telah dilakukan dengan bahasa Yunani, kita
berpikir apakah mereka bisa mengatasi hal itu juga. Pada intinya,
pembahasan ini akan berkaitan dengan Perjanjian Lama Yunani, salah
satu masalah tertajam dari pelajaran eksegetikal.
Kesarjanaan modern memperdebatkan terminology
popular yang menyebut Yunani kuno diatas dengan Septuagint (LXX,
?tujuh puluh,? didasarkan pada tradisi itu). Hal ini juga akan
diselesaikan dalam tulisan ini; tapi ingat, ?Septuagint? tidak
pernah ada ?jika dengan mengatakan ?Septuagint? orang bermaksud
mengatakan suatu terjemahan Perjanjian Lama yang diedit dan
disatukan. Kritik tekstual dengan teori-teori transmisi tekstualnya
harus lebih dulu dimengerti sebelumnya terhadap bahasa Yunani.
Kita seringkali membaca didalam buku-buku
tafsiran dan tulisan-tulisan ?LXX dibaca? dan seterusnya, secara
teksnis, kita tidak punya cara untuk mengetahui apa yang dibaca dari
LXX. Hal yang dimaksud pernyataan ini adalah jika kita menerjemahkan
kata Yunani kita harus kembali ke bahasa Ibrani, kita curiga kalau
kata aslinya mungkin memiliki bentuk Ibraninya. Didalam praktek yang
sebenarnya, orang akan mengatakan apa yang dibaca LXX, atau apa yang
ditunjukan versi lainnya, dan kemudian memilih pembacaan yang paling
menarik bagi mereka dan membentuk ulang (menulis ulang) teks
Ibraninya (atau artinya). Prosedur ini biasanya diikuti saat bahasa
Ibraninya sulit.
Apa yang kita ketahui mengenai LXX (dan versi
utama lainnya) adalah mereka melihat tanda tertentu dalam teks
mereka yang mereka terjemahkan, dan mereka menciptakan tanda baru
(bahasa mereka) dalam manuscript mereka. Kita hanya memiliki akses
terhadap bukti setelah diubah, dan hanya melalui manuscript salinan
dan turunan dari versi aslinya.
Tapi nilai dari versi-versi itu dalam philologis
Ibrani sangat besar. Seringkali mereka menyediakan pengertian yang
berbeda dari teks yang sama, suatu pengertian yang harus dievaluasi.
Bahkan jika mereka memiliki terjemahan yang salah, mereka menunjukan
pada kita bagaimana kira-kira para penerjemah mengerti kata-kata
itu. Sebagai contoh, Mikah 1 diterjemahkan dengan sangat buruk.
Bagian itu termasuk beberapa permainan kata mengenai nama-nama kota
dan desa dari Shephelah (?lowlands?). Tapi para penerjemah LXX
kelihatannya tidak tahu kalau banyak dari kata itu adalah nama-nama
desa dan hanya menerjemahkannya begitu saja. Kesalahan fatal ini
sangat menolong untuk mengerti arti dari kata-kata itu saat
diterapkan kedalam permainan kata.
Peringatan dalam Menggunakan Yunani Kuno
1) Ingat bahwa mungkin sajar LXX telah diterjemahkan
dari suatu teks Ibrani yang berbeda dari MT. Ini memiliki
percabangan bagi kritik tekstual dan juga philology. Tapi hal ini
hanya salah satu penjelasan mengapa LXX memiliki suatu bentuk yang
berbeda dan tidak diharapkan bagi bahasa Ibrani, jadi jangan
berlebihan menggunakannya seperti yang dilakukan beberapa orang.
2) Ingat sejarah versi teks itu sendiri dan
kemungkinan adanya kerusakan. Turunan kemudian dari bahasa Yunani
berusaha membawa teks agar sejalan dengan Ibrani, dan sedikit bukti
ini harus diinvestigasi sebagai bagian dari setiap penggunaan LXX.
Anda tidak bisa mengatakan suatu kata Yunani sama artinya dengan
suatu kata Ibrani jika turunan Yunani lainnya cukup tidak memuaskan
untuk menggantinya.
3) Waspadalah terhadap metode penerjemahan yang
digunakan dalam beragam versi. Tentu saja, ini hanya jika anda
sedang mempelajari satu kata Ibrani. Jika anda meneliti satu kata
Yunani dan ingin tahu bagaimana kata itu digunakan dalam LXX,
konteks dari penggunaan kata itulah yang perlu dilihat. Bahasa
Ibrani apa yang harus diterjemahkan darinya merupakan masalah lain.
Saat anda mencari penggunaan suatu istilah Yunani dalam satu bagian,
anda harus menyusuri konteksnya untuk melihat bagaimana tindakan
penerjemah dengan Ibrani umum dan jelas dari bagian itu. Ini akan
menolong anda menentukan keahliannya. Barr ( Comparative
Philology and the Text of the Old Testament, pp. 249 ff.)
menyelidiki karakteristik dan metode yang digunakan dalam LXX:
a) Mungkin ada terjemahan yang tidak tepat. LXX
sering menggunakan kata-kata umum untuk menutupi kata-kata teknis
(mereka mungkin ada dalam wilayah semantic yang sama tapi tidak
tepat). Mengenai hal ini kita harus melihat konteks untuk melihat
keahlian penerjemah (dan juga mengetahui sesuatu tentang kualitas
umum dari buku itu sendiri).
b) Mungkin ada kata-kata yang disenangi (favorite)
oleh versi itu. Greek Psalter akan menggunakan satu kata dengan
bebas untuk beberapa kata Ibrani. Sebagai contoh, beberapa kata
Yunani digunakan untuk menerjemahkan 15 atau 20 kata Ibrani yang
berbeda. Jelas, pentingnya mengetahui kata Yunani ini yang digunakan
buat satu kata yang mungkin sedang anda pelajari bisa minim.
Peringatannya jelas: hati-hatilah. Hatch dan Redpath menulis daftar
kata-kata Yunani dan Ibrani yang saling berhubungan dalam LXX, tapi
melihat dengan seksama pada kitab itu dan konteks dimana kata itu
ditemukan sangatlah penting. Anda harus menentukan apakah kata Yuani
itu secara hati-hati dipilih dan merupakan penjelasan tepat dari
Ibraninya, sebelum anda berbuat banyak tentang ide Yunaninya.
c) Mungkin ada etimologisasi. Kata bisa ditafsirkan
dengan melihat arti dari kata lain (biasanya yang lebih dikenal)
dalam bahasa Ibrani yang memiliki kemiripan dengannya, dan bisa
diambil sebagai akar. Prosedur ini biasa dilakukan dalam turunan
Yunani sesudahnya. Sebagai contoh, Aquila berusaha menggunakan
kata-kata Yunani yang konsisten dihubungkan dengan kata-kata Ibrani
dari penggambaran tertentu.
d) Mungkin ada penulisan kembali secara bebas dari
teks itu. Ada saatnya penerjemah tidak tahu apapun bagaimana
pembacaannya dalam bahasa Ibrani, tapi tahu dari pengetahuan umum,
atau dari konteks, hal demikian bisa jadi. Pendekatan ini
menghasilkan suatu sentimen kalau itu merupakan ide penerjemah,
dihubungkan sana sini dengan kata-kata dalam Ibrani asli. Amsal dan
Ayub sering melakukan hal ini. Sebagai contoh, Prov. 17:14 dalam MT:
?The start of strife is one who lets out water / so let go before a
dispute breaks out.? Kalimat ini diterjemahkan dalam LXX ?The
beginning of righteousness gives authority to words but
quarrelsomeness and fighting lead to poverty.?
4) Pertimbangkan seluruh bukti. Materi dari bahasa
Yunani akan menjadi dukungan bagi philology jika bersandar pada
bukti yang lebih dari satu sumber (versi atau bahasa serumpun).
Seringkali mempelajari beragam versi dalam meneliti satu kata yang
jarang digunakan dan sulit akan tumpang tindih dengan kritik
tekstual ditahap pengumpulan bukti. Saat mengevaluasi bukti
philologis, hati-hati:
a) Ada kemungkinan kesalingbergantungan antar versi.
LXX mungkin telah dipengaruhi oleh Targum; atau Peshitta dan Vulgate
mungkin hanya mengikuti LXX.
b) Beberapa versi mungkin mengikuti suatu penafsiran
Yahudi atas bagian itu. Jadi jika sama, janga berasumsi mereka bisa
begitu melalui tradisi atau penelitian yang terpisah.
c) Bukti dari bahasa Ibrani sesudahnya (tulisan
Rabinis) bisa menjadi dukungan kalau kata itu ada dimasa penulisan
kitab itu; atau tidak mendukung kalau kata itu digunakan kemudian
yang menggantikan kitab Ibrani.
5) Ingat kalau arti dari teks Yunani tidak selalu
jelas dan bebas dari ambiguitas. Jangan mengira kalau Ibraninya
mengaburkan versi itu akan membawa anda kedalam kegelapan. Para
penerjemah dari versi-versi kuno mungkin saja memiliki kesulitan
dengan kata-kata yang sama. Tapi didalam mengevaluasi terjemahan
LXX, perhatikan hal-hal berikut:
a) Arti Yunani jauh dari sederhana. Itu tidak semata
tumpang tindih dengan pelajaran Perjanjian Baru anda. Tidak ada tata
bahasa dan leksikon buat LXX, per se. Anda harus
menggunakan suatu kamus seperti Liddell and Scott (jika ada yang
seperti Liddell and Scott) untuk artinya.
b) Beberapa kata Yunani mungkin bentuk gabungan dari
Yunani awal, Semitic, atau Mesir; atau, mereka hanya menyatakan
suatu ekspresi (seperti yang terjadi dengan Aquila). Penggunaan
kamus mungkin tidak akan berguna dalam hal ini.
c) Beberapa kata Yunani memiliki pengertian khusus
yang berbeda dari Yunani biasa. Sebagai contoh, dunamis dalam
LXX membawa makna ?army,? tidak hanya ?power.? Jangan memiliki
anggapan ?triangle reasoning? bagi kata-kata dalam Alkitab, artinya,
suatu kata Yunani dalam Perjanjian Baru setara dengan kata yang sama
dalam LXX, yang merupakan suatu terjemahan dari satu kata Ibrani,
yang kemudian setara dengan kata Yunani dalam Perjanjian Baru. Hal
ini bisa salah diketiga persamaan itu.
d) Aramik dan Syriac mungkin pernah berusaha
mengimitasi Ibrani asli. Mungkin ada saat berbeda dari aslinya.
6) Beragam versi biasanya tidak memberikan batasan
yang bisa diandalkan mengenai struktur kata aslinya, yang terkadang
terbebani pada penyelidikan kata (walau lebih sering mempengaruhi
karya tekstual). Mengatakan LXX mengerti suatu kata sebagai perfect
tense (karena menggunakannya atau bahkan aorist) menyesatkan.
?Tensis? itu dinyatakan oleh suatu perfect, preterite, atau
infinitive.
7) Kualitas terjemahan beragam dari kitab ke kitab.
Anda perlu lebih dulu mengetahui kitab mana yang dianggap terjemahan
yang hati-hati dan akurat, dan yang merupakan terjemahan bebas dan
paraphrastic. The Expositor?s Bible Commentary menawarkan
suatu survey singkat mengenai penemuan dari para sarjana Septuagint
yang mengerjakan kitab tertentu: ?Swete menyimpulkan, sebagian besar
penerjemah belajar Ibrani di Mesir dari para pengajar yang buruk,
dan Barr menyimpulkan, para penerjemah ini menciptakan vowels untuk
teks yang tidak diketahui. Tapi, terjemahan kitab secara individu
beragam tergantung latar belakang dan keahlian setiap penerjemah.
Kecuali dalam bagian-bagian seperti Kej. 49, Ul 32,33, Pentateuch
secara keseluruhan merupakan terjemahan yang dekat dari turunan
Ibrani yang baik. Mazmur bisa ditoleransi dilakukan dengan baik,
walau Ervin menyimpulkan kalau teologi Helenistik Yahudi
meninggalkan tanda atasnya. Mengenai Yesaya, Seeligman menyimpulkan:
?banyaknya ketidak konsistenan yang dibahas harus dituduhkan pada
metode kerja penerjemah yang tidak ditahan dan sembrono, dan kepada
pilihan sadar akan pengenalan variasi.? Dia menambahkan, ?kita
jangan, memberi ketidak adilan bagi penerjemah dengan tidak menilai
tinggi pengetahuan tata bahasa dan sintaksnya.? Mengenai Hosea,
Nyberg menemukan: ?susunannya dipenuhi kesalah pengertian, pembacaan
yang miskin, dan definisi leksikal yang dangkal dan seringkali
disamakan secara paksa dengan bahasa rumpun Aramiknya. Kesewenangan
dalam pemilihan merupakan karakteristik dari penafsiran ini.?
Albrektson berkomentar mengenai Ratapan: ?LXX, bukan terjemahan yang
baik dalam kitab ini. Tapi ini tidak berarti terjemahannya tidak
bernilai bagi kritik teks. Sebaliknya, karakter literalnya
seringkali mengijinkan kita menegaskan dengan suatu tingkat
kepastian terhadap teks Ibraninya; terjemahan ini jelas didasarkan
pada suatu teks yang pada intinya identik dengan konsonan dari MT;
memang, ada bagian-bagian dimana itu berisi suatu varian sangat
sedikit.? Gerleman berkomentar mengenai Ayub: ?? penerjemah
menafsirkan teks sebaik mungkin, dengan bantuan imajinasinya dia
berusaha meletakan suatu arti yang bisa dimengerti kedalam bahasa
aslinya yang dia tidak mengerti.? Dia menambahkan, ?banyaknya
derivasi antara kitab Ayub bahasa Ibrani dan Yunani tidak berkaitan
dengan fakta bahwa aslinya LXX pada intinya berbeda dari teks Ibrani
kita. Mereka muncul saat proses penerjemahan, dan singkatnya adalah
hasil dari suatu proses penerjemahan dimana kesulitan bahasa asli
tidak diatasi.? Swete menyimpulkan kalau terjemahan nabi-nabi kecil
seringkali tidak bisa dimengerti. Dalam kasus Yeremia, teks yang
diwakili oleh LXX menyimpang cukup banyak dari MT sehingga bisa
dianggap dari edisi yang berbeda. Tapi LXX dari Samuel, sebagian
dari Raja-raja, dan Yehezkiel bernilai khusus karena teksnya
disimpan oleh Masoretes kitab ini menjaganya dengan baik. Shenkel
menyimpulkan kalau Yunani Kunonya mempertahankan kronologis aslinya
dari Omri ke Jehu.?
Survey ini akan menunjukan tidak adanya satu
terjemahan utuh sama yang dikenal dengan Septuagint, tapi merupakan
terjemahan individu-individu berbeda dari bagian-bagian Perjanjian
Lama. Survey ini akan memberikan anda suatu pandangan umum dari
bagian utama; anda tetap perlu memperhatikan konteksnya untuk
melihat seberapa tepatnya setiap bagian dikerjakan.
Pernyataan Penutup
1) Ingat kalau bagian yang sulit bagi kita juga
sulit bagi mereka. Mereka harus bekerja dari suatu teks tidak jelas
dalam suatu konteks. Tidak heran kalau ada saatnya mereka
menggeneralisasi, paraphrase, atau etymologize. Tapi ada saatnya
mereka bisa benar dan tepat. Jadi evaluasi bukti dengan hati-hati.
2) Para penerjemah LXX menggunakan bahasa Ibrani
setelah mereka mempelajarinya, dan pelajarannya dari guru yang buruk
di Mesir. Mereka memiliki beberapa kesempatan untuk mendapatkan
penafsiran tradisional dari Yahudi di Palestina. Mereka melakukannya
dengan baik, tapi pengertian bahasanya kurang. Mereka mengenal
bahasa Ibrani biasa, rata-rata. Tapi pada sesuatu yang tidak biasa
dan jarang mereka sering menyamakan kosa katanya dan memperlakukan
yang tidak biasa seperti biasa. Jadi hati-hati menggunakannya dalam
menentukan kata-kata yang jarang dan sulit, kecuali kitab dan
konteksnya dikerjakan dengan sangat baik.
3) Waspada terhadap turunan dan revisi.
Terjemahan Yunani telah diubah oleh revisi berikutnya untuk
diharmonisasikan dengan teks Ibraninya. Kompilasi yang dilakukan
oleh F. Fields terhadap materi Hexapla sangat membantu kita
melihat kata-kata Yunani mana yang telah diubah.
4) Saat anda mungkin merasa lebih nyaman dengan
Perjanjian Lama Yunani daripada versi lainnya, jangan secara
otomatis menyimpulkan kalau LXX merupakan saksi utama. Jika ada
kata-kata yang jarang, pengetahuan mengenai kata itu mungkin telah
mati seturut masa lalu, bukankah pengetahuan ini bisa saja masih ada
diantara orang Yahudi berbahasa Aramik di Sinagoge daripada yang
berbahasa Yunani? Bagi mereka yang mengenali Aramik, tulisan Rabinis
menawarkan sejumlah besar informasi penafsiran.
5) Jadi, berurusan dengan kata yang jarang atau
sulit, setelah anda telah mempelajari materi etimologisnya, selidiki
sebanyak mungkin versi lain. Coba mengevaluasi pilihan kata dalam
berbagai versi dan mengapa mereka dipilih. Jika anda seluruhnya
bekerja dengan bahasa Yunani, gunakan Liddell and Scott, dan
hati-hati agar tidak menganggap arti kata Yunaninya tidak berubah
dimasa Perjanjian Baru.
6) Jika anda mempelajari suatu kata umum dalam
Perjanjian Lama, melihat beragam versi mungkin bukan langkah
penting. Tapi selidiki, jika bisa, kata-kata Yunani yang digunakan
untuk menerjemahkannya (Hatch and Redpath) . Lihat kata-kata Yunani
mana yang digunakan dalam kitab-kitab yang terkenal baik
terjemahannya. Mungkin menemukan bagian-bagian yang non-teologis,
problematic, atau penting dalam penelitian kata. Sebagai contoh,
didalam meneliti kata kabod, mungkin kata standar untuk
?glory? dan ?honor? akan muncul dalam Septuagint. Tapi di Sinai saat
Musa meminta melihat kemuliaan Tuhan, LXX menggunakan suatu pronoun:
?Show me Yourself??Engkau yang sebenarnya. Hal ini dengan jelas
mewakili suatu penafsiran kontekstual didalam jangkauan arti dari
kata itu.
Kesimpulan
Meringkas prosedur PENELITIAN KATA yang telah
dikatakan diatas merupakan hal yang tidak perlu. Tapi saya perlu
mengatakan sesuatu mengenai pemilihan kata Inggris yang setara
dengan istilah Ibraninya. Terlalu sering eksegetor menghabiskan
banyak waktu meneliti satu kata dengan seluruh penggunaannya, dan
kemudian melemahkan maksudnya dengan menyatakan penemuannya dalam
kata Inggris yang dipilih dengan sembrono. Anda perlu melihat kamus
bahasa Inggris untuk memastikan arti yang tepat dari kata yang
dipilih, baik etimologisnya dan penggunaannya sekarang. American
Heritage Dictionary sangat baik karena indeks akar
Indo-Germanicnya ada dibelakang kata-kata Inggris yang membantu
menghubungkan kata-kata yang berkaitan. Biasanya, digunakan dinegara
lain merupakan suatu penelitian mengenai istilah yang cocok sehingga
seluruh karya bisa dikomunikasikan secara tepat.