Prinsip Mempelajari Alkitab: 4 Komponen Kunci
By:
Greg Herrick Th.M., Ph.D.
1B. Masalah Penerimaan: “Orang yang Gentar akan FirmanKu”
Banyak kesempatan sewaktu Yesus berbicara
pesan tentang natur dari Kerajaan Allah, Dia menyimpulkan dengan
kalimat tersembunyi: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar,
hendaklah ia mendengar!” (Mark 4:9). Dia mengatakan hal yang sama
kepada gerejaNya dalam Wah 2-3. Dia juga mengeluh bahwa bangsa
Israel telah menutup telinga terhadap perkataan dan pelayananNya
(Matt 13:15). Sebagai manusia yang sudah jatuh dengan
kecenderungan berbuat dosa kita tidak secara alami mendengar
dengan baik, walaupun kita diberikan 2 telinga. Kita lebih buruk
pendengarannya waktu diminta mendengarkan pesan yang menuduh kita
karena berdosa, walaupun ditawarkan pengembalian setelah bertobat.
Kita harus merendahkan diri jika kita ingin mengalami kehadiran
Tuhan yang mentransformasi hidup melalui FirmanNya. Kita harus
meneriman pesanNya.
2B. Masalah Pembacaan: “Dengan Membaca Anda Memiliki
Pengertian”
Dalam suratnya kepada jemaat Efesus, Paulus
mendorong gereja untuk membaca apa yang telah ditulisnya sehingga
“melalui membaca mereka bisa mengerti pengertian kedalam misteri
Kristus” (3:4). Kesimpulan yang saya tarik dari teks ini adalah
Alkitab merupakan buku yang harus dibaca. Sementara kita harus
memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan melalui Kristus, kurang
membcara akan menghalangi pengertian kita akan apa yang Tuhan
katakan. Sebagai orang Kristen kita harus komitmen pada Kitab Suci,
mengembangkan keterampilan membaca kita. Tingkat membaca diantara
orang Amerika utara sangat rendah, hanya sebagian kecil yang baik
dalam membaca.9
3B. Masalah Refleksi: “Dan Tuhan akan Memberikan Anda
Pengertian”
Kunci transformasi adalah meditasi yaitu
refleksi panjang dari bagian Alkitab atau kebenaran untuk mengerti
artinya, menghubungkannya dengan doktrin yang lain dan kehidupan,
dan mendengarkan suara Tuhan didalamnya. Meditasi adalah
penghubung kepada ketaatan yang berarti. Paulus berkata pada
Timotius untuk memikirkan secara serius apa yang dia katakan
supaya Tuhan memberikan pengertian kepadanya (2 Tim 2:7).
Sayangnya, seperti lingkungan kita yang suka mengurangi sesuatu
demikian juga dengan investasi waktu dalam meditasi. Tapi, Tuhan
memerintahkan Yosua untuk merenungkan FirmanNya untuk ditaati dan
menikmati barkat keberhasilan (Yosua 1:8).
4B. Masalah Menghubungkan: Pertanyaan “Selanjutnya”
Masalah ini suatu berkat. Alkitab memang untuk
dihidupi tidak hanya “diketahui” Kita harus menghubungkan apa yang
sudah kita pelajari – apa yang dikatakan Tuhan kepada kita dalam
meditasi – kedalam hidup kita dan hidup orang lain. Seperti kata
Yakobus, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan
hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri
sendiri.” (Yakobus 1:22).