Praktek Belajar Alkitab
By:
Greg Herrick Th.M., Ph.D.
1B. Pilih Bentuk Pelajaran yang Anda Ingin Lakukan
1C. Mempelajari Kitab
Tujuan dalam mempelajari kitab adalah mengerti
ragam tema dan pemikiran yang berhubungan secara “menyeluruh”.
Umumnya dengan melakukan sintesis awal dari Kitab dimana tema
besar dan kecil diperhatikan dan bagian yang sulit dilihat.
Bersama dengan itu perlunya kitab diletakan dalam kehidupan,
termasuk untuk mencoba mengerti kenapa ditulis, oleh siapa, dan
dalam situasi apa. Pembacaan pertama sifatnya hanyalah sebagai
persiapan. Seseorang tidak bisa mengerti pentingnya awal suatu
novel sampai dia sudah membaca seluruhnya. Dengan kata lain,
permulaan pembacaan suatu buku penting untuk mendapatkan gambaran
isi buku. Setelah tahap awal selesai, pembaca meneruskan dengan
analisa lebih detil terhadap beberapa bagian (seperti, kata-kata,
kalimat, paragraph, dll). Setelah langkah kedua selesai, pembaca
kembali kesintesis buku untuk lebih mengerti arti berbagai
pernyataan dikeseluruhan buku untuk mengerti keseluruhan buku. Ini
termasuk mengembangkan pernyataan berkaitan dengan arti setiap
paragraph dan pernyataan seluruh buku. Akhirnya seseorang ditanya
arti buku ini dikaitkan dengan keseluruhan kanon dan apa perbedaan
yang harus dibuat dalam hidup saya dan hidup gereja.
2C. Penyelidikan Topical
Tujuan pelajaran secara topical adalah untuk
mengerti topic tertentu dalam suatu buku, penulis (beberapa buku),
PB atau PL, atau seluruh Alkitab. Sebagai contoh seseorang bisa
menyelidiki topic kasih dalam Paulus. Dalam hal ini, dia harus
mempelajari semua bagian yang memuat hal itu, juga yang terlihat
maupun tidak. Penyelidikan belum selesai sampai pembaca
mengembangkan pernyataan tentang inti topic itu dan hubungannya
dengan topic lain dalam Alkitab.
3C. Penyelidikan Theological
Dalam pengertian tertentu, penyelidikan
teologis merupakan bagian dari penyelidikan topical, hanya orang
yang tertarik dalam suatu topic secara eksplisit teologis. Maka
dari itu seseorang ingin mempelajari nama Tuhan diseluruh Alkitab.
Ini merupakan penyelidikan yang besar, tapi membutuhkan daftar
berbagai nama dan mempelajarinya secara terpisah dan melihat
sumbangannya terhadap pengertian kita akan Tuhan. Seorang bisa
mempelajari anugrah Tuhan, keselamatan, dosa, iblis, malaikat, dll
untuk melihat apa yang diajarkan Alkitab mengenai teologinya.
Ada beberapa bahaya yang harus dihindari dari
penyelidikan seperti ini dan mereka berkaitan satu sama lain.
Pertama, pastikan anda memiliki daftar bagian Alkitab yang sesuai
dengan topic teologisnya. Sangat mudah membuktikan kesesatan kita
dengan data yang hanya setengah! Jadi setelah anda mendapat bagian
Alkitab yang sesuai untuk diselidiki, pastikan bagian itu bicara
yang sebenarnya. Jangan menambah bagian lain kesitu sehingga
artinya menjadi kabur. Kesalahan lainnya ketika melakukan
penyelidikan ini kita gagal menghubungkan bagian yang satu dengan
yang lain dan yang lebih umum lagi, gagal mengintegrasikan satu
teologi secara keseluruhan. Ini berarti jika kita mempelajari
keselamatan saya akan menghubungkannya dengan doktrin Tuhan,
Kristus, Roh Kudus, dll. Dan ini membawa saya keperingatan
berikut. Hati-hati beberapa kebenaran Alkitab tidak pernah
berubah, ada tahapan perkembangan dalam sejarah kebenaran atau
doktrin ini. Contohnya, hati-hati membaca doktrin tritunggal hanya
dalam PL. Itu tidak ada disitu. Hubungan unik dari Bapa, Anak dan
Roh harus menunggu masa sejarah keselamatan. Hal itu tidak berarti
Tuhan tidak tritunggal dalam PL. Dia tidak mengungkapkannya sampai
masa PB.
4C. Penyelidikan Sejarah
Bagi orang awam, tujuan penyelidikan Alkitab
membutuhkan informasi tentang orang, kota, budaya, kepercayaan,
tradisi, bahasa, dll dari orang yang disebutkan dalam Alkitab. Ini
dikumpulkan melalui penyelidikan tulisan dalam Alkitab bersama
dengan tafsiran, peta Alkitab, dll. Penyelidikan seperti ini perlu
dan menguntungkan untuk mendapatkan pengertian Alkitab yang tepat.
Tapi terdapat 2 bahaya nyata disini.
Pertama, sebagian yang mempelajari Alkitab
memiliki kebiasaan kalau yang mereka perlukan hanya Alkitab,
kertas, dan pena dan Tuhan akan melakukan selanjutnya. Bagi
mereka, mempelajari kebiasaan, kepercayaan dalam Alkitab, dll
tidak hanya membuang waktu tapi menghalangi karya Roh Kudus secara
langsung, bukan dengan merenungkannya atau secara tidak langsung.
Ini merupakan kebiasaan yang cacat, untuk beberapa alasan.
Pertama, terdapat karya langsung dari Roh Kudus (Rom 8:16), tapi
ini tidak langsung membuat kita menafsir dengan baik seluruh
bagian Alkitab. Kedua, pendekatan ini menolak dampak bahwa Alkitab
ditulis dalam bahasa, budaya, dan waktu yang jauh berbeda dengan
kita. Ketiga, dan yang paling buruk, tidak pedulinya pembaca
Alkitab akan latar belakang Alkitab dan sejarah dengan mengerti
Alkitab dari budayanya, yang menumpulkan kuasa Alkitab.10
Pernyataan ini tidak membuat orang awam tidak membaca Alkitab,
tapi mendorong ketertarikannya terhadap konteks sejarah Alkitab
dan belajar lebih lagi menyukai Alkitab. Anda tidak bisa lama
membaca Alkitab jika anda tidak mendapat pengertian darinya.
Mendapat pengetahuan dari Alkitab menolong mengerti Alkitab secara
keseluruhan, tapi penting membaca PL dan injil. Kita banyak
kehilangan karena kita tidak sensitive terhadap isu ini.
Kesalahan kedua adalah mengurangi penyelidikan
Alkitab kita hanya menjawab pertanyaan sejarah saja. Ini kesalahan
besar bagi sarjana modern yang tahu semua latar belakang dan
pengetahuan Alkitab tapi gagal mendapat manfaat Alkitab bagi
dirinya sendiri. Dalam usahanya untuk objektif orang itu
kehilangan maksud sebenarnya penulis Alkitab inginkan. Orang yang
mengenal Kristus melalui Alkitab, walaupun tidak peduli dengan
sejarah (setidaknya diawal pertobatannya) lebih baik pengertiannya
terhadap maksud dari bahasa Paulus karena dia memiliki kemampuan
rohani (Roh sendiri) untuk melihat secara murni apa yang tidak
dilihat sejarawan. Sekali algi kita tidak merendahkan penyelidikan
sejarah dan teori penulisan, tapi orang yang mementingkan teknik
akan berakhir dengan kekosongan pada akhirnya.
5C. Penyelidikan Biografi
Tujuan penyelidikan wilayah adalah
mengumpulkan semua pertanyaan seputar pribadi dalam Alkitab untuk
mengetahui apa yang bisa kita pelajari dari dia dalam kehidupan
kita sekarang. Bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan, positif
atau negative, bisa menolong hubungan kita dengan Tuhan? Berikut
ini beberapa pertanyaan yang bisa diberikan pada pribadi yang ada
dalam Alkitab:11
(1) Siapa mereka? (2) Siapa orang tua dan keluarga mereka? (3) Apa
pendidikan mereka? (4) Kenapa mereka melakukan itu? (5) Apakah
mereka pernah percaya pada Tuhan? Dimana, kenapa, bagaimana? (6)
Bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan mengajar kita tentang
Tuhan? (7) Apa kualitan positif dan negative mereka? (8) Kesalahan
apa yang pernah mereka lakukan dan apakah mereka belajar dari itu?
(9) Apa atau siapa yang memiliki pengaruuh besar terhadap hidup
mereka? (10) Bagaimana pernikahan mereka dan bagaimana dengan anak
mereka? (11) Bagaimana pandangan bagian Alkitab lain terhadap
mereka (seperti Abraham oleh Lukas atau Paulus dalam Roma 4)? (12)
Bagaimana mereka bertumbuh atau apakah mereka tidak bertumbuh?
Apakah ada titik balik yang jelas dalam hidup mereka? (13)
Bagaimana mereka menangani kekecewaan? Keberhasilan? Daftarnya
tidak terhingga.
2B. Memilih Suatu Bagian: Suatu Paragraf
Kita memilih melakukan penyelidikan kitab
lebih dulu. Sebenarnya untuk pemula sudah cukup belajar paragraph,
karena bisa diatur dan kitab sering kali panjang dan terlalu sulit
tanpa menguasai langkah pertama lebih dulu.12
Seseorang mungkin bertanya, “kenapa tidak memulai dengan
penyelidikan ayat?” Alasannya adalah paragraph merupakan unit
dasar dari pemikiran, bukan ayat atau kalimat. Kita melihat bahwa
penyelidikan paragraph sangat baik. Maka dari itu semua ayat
diselidiki menggunakan metode topical, teologi, sejarah atau
biografi setidaknya dibaca dalam konteks paragraph.
Mungkin anda memiliki ayat favorit dan ingin
merenungkannya lebih lanjut. Hal pertama adalah menentukan batas
paragraph mana itu ditemukan. Intinya anda menanyakan “dari bagian
mana ayat ini berhubungan?” NET Bible menyediakan tulisan
berdasarkan pembagian paragraph yang umum diterima. Demikian juga
dengan NASB. NIV, yang bertujuan mempermudah pembacaan cenderung
membagi paragraph kedalam 2 atau lebih paragraph, sehingga tidak
lagi paragraph tapi lebih kecil dari itu (bandingkan. NET Bible
dengan NIV dalam Matthew 1-4). Tapi intinya, dimanapun pembagian
paragraph itu, seseorang harus yakin yang dia sebut paragraph
merupakan kesatuan ide yang menyambung dengan lainnya. Lihat bahan
latihan dibawah.
3B. Baca Paragraf Beberapa Kali
Saat pembaca mengetahui pembagian paragraph,
teks seharusnya dibaca berulangkali. Ini setara dengan membaca 2-3
pasal, tidak seburuk kedengarannya. Ini ada beberapa pertanyaan
penting saat anda membaca secara berulangkali dan merenungkannya.
Pertama, perhatikan apa yang ada sebelum dan sesudah
paragraph ini. Anda membutuhkan judul pasal atau judul bagian dari
pasal untuk menolong anda. Pertanyaannya disini, bagaimana hal
yang ada sebelumnya bisa mempersiapkan saya melihat paragraph
sekarang dan yang kemudian? Anda harus membacanya berulang kali
sebelum semuannya jelas. Kedua, Bagaimana paragraph itu
dimulai dan diakhiri? Apakah menyediakan petunjuk maksud penulis
dan perkembangan dalam paragraf? Ketiga, apakah paragraph
itu bisa dibagi kedalam unit yang lebih kecil, mungkin 1-2 bagian.
Itu bisa menggambarkan lebih jelas perkembangan pikiran penulis.
Keempat, apa pusat paragraph: (1) seseorang; (2) tempat;
(3) pemikiran atau konsep; (4) waktu; (5) kejadian? Semua elemen
ini akan dinyatakan, tapi satu atau dua hal ada yang menonjol. Apa
itu? Kelima, apa istilah kunci dalam paragraph ini? Sering
penulis mengulang suatu istilah berkali-kali. Ini karena hal itu
penting bagi dia dan penting untuk menangkap maksudnya. Perhatikan
juga bagaimana istilah itu membuat anda berpikir, merasa, atau
bertindak.
4B. Meringkas Paragraf
Pada tahap ini anda telah membaca paragraph
berkalo-kali sampai anda merasa sakit. Semoga tidak! Ini merupakan
saat meringkas paragraph, yaitu membangun ide dasar. Untuk
melakukan ini, tanyakan 2 pertanyaan. Pertama, “apa yang maksud
penulis?” Itulah subjek anda. Kedua, “apa yang dikatakan tentang
maksudnya?” Itulah ide selanjutnya, predikatnya atau tambahan.
Sebenarnya anda sudah melakukannya. Sebagian dari anda bekerja
diperusahaan yang biasa menghadiri seminar, dll. Saat anda pergi,
anda membawa alat tulis anda (atau palm pilot saat sekarang) dan
coba menyaring apa maksud pembicara dan perkataannya tentang itu.
Mungkin dia membicarakan tentang system jaringan computer baru.
Itulah subjeknya, secara umum. Mungkin dia memberikan anda
gambaran luas tentang system, termasuk fungsi dan keuntungannya.
Itulah predikata atau tambahan pemikirannya. Anda bisa meringkas
kuliah 2 jam dengan kalimat: “solusi jaringan XYZ” sebagai
subjeknya dan memiliki fungsi: A,B dan C (tambahan). Maka
dari itu setiap pemikiran yang lengkap memiliki 2 bagian: (1)
subject, dan (2) tambahan atau predikat. Alkitab dalam hal ini
tidak berbeda. Setiap paragraph memiliki subjek/tambahan atau ide
utama. Tugas kita menemukan itu.
5B. Melihat Referensi Silang dalam Alkitab/Kamus Alkitab
Setelah anda membaca paragraph barulangkali
dan menyatakan subjeknya, anda siap melihat bagian lain yang
berhubungan dengan pembahasan anda. Sebagian besar Alkitab
memiliki referensi silang. Ini seharusnya dibaca. Pertanyaannya,
“bagaimana bagian ini menjelaskan bagian Alkitab yang saya
pelajari sekarang. Contoh, kalau saya mempelajari Romans 1:1-7
sampai tahap ini – sudah menuliskan subjek/predikatnya – sekarang
saya ingin melihat bagian Alkitab lain yang berhubungan dengan
paragraph ini. Saat saya mulai dengan Romans 1:1, saya memutuskan
melihat bagian awal surat Paulus yang lain, membandingkannya
dengan Roma. Saya menemukan tidak ada dalam surat lain pernyataan
sejelas itu berkaitan dengan PL dan Daud. Saya menyimpulkan kalau
saya bisa melihat hubungan antara injil dan PL. Hal ini tentu saja
menjalar diseluruh Roma.
6B. Melihat Kembali Ringkasan Anda
Setelah melihat semua ayat silang, biasanya
ada dihalaman paragraph itu, anda sudah siap mengakhiri pernyataan
anda tentang arti dari paragraph. Anda mungkin tidak mengubah
apapun. Biasanya anda merubahnya sedikit.
7B. Periksa Kembali Ringkasan Anda: Apa Setiap Ayat Sesuai?
Tahap ini kelanjutan dari melihat kembali
ringkasan anda. Maksudnya disini melihat kembali paragraph apakah
semua ayat yang anda pakai mendukung pernyataan anda. Jika tidak
maka anda perlu merevisi pernyataan anda.
8B. Pilih Satu Ayat yang Berbicara Pada Anda
Sebagian besar orang suka memilih satu ayat
yang bicara pada anda dan menghafalkannya atau bertanya pada Tuhan
apa maksud khusus bagi mereka. Ini kemudian membawa kelangkah
berikut.
9B. Renungkan dan Berdoa: Apa yang Tuhan Ingin Anda Perbuat?
Akhirnya anda merenungkan apa yang anda
pelajari, berdoa: “Tuhan apa ingin Engkau katakan bagi saya,
keluarga, teman, dan mereka yang belum kenal Tuhan?” Mungkin Tuhan
ingin mengubah suatu perilaku, memuji perbuatan anda, atau
mengarahkan langkah anda. Dengarkan suaraNya dalam Alkitab.
10 Seringkali “budaya”, latar belakang” umumnya disebut
“tradisi” bisa menumpulkan pengertian teks. Praktek yang umumnya
langsung menunjuk penagih pajak atas orang Farisi dalam Luke 18:9-14
membuktikan hal itu. Nilai goncangan dari perumpamaan hilang karena
Yesus mengatakan anda akan dilihat sama dengan Farisi dan akan
sangat mengejutkan ketika pemilik tempat minum-minum dibenarkan dan
orang Farisi dikutuk!
11 Dikatakan bahwa “lebih banyak ditangkap daripada
diajarkan” Mungkin itu sebabnya materi Alkitab dalam bentuk cerita –
tulisan teologis tentang orang dan pengalaman mereka dengan Tuhan.
12 Untuk petunjuk mempelajari kitab dalam Alkitab lihat
“How to Study the Bible: For Beginners” at
http://www.bible.org/series.asp?series_id=114.
PERTANYAAN
Apakah maksudnya penyelidikan topikal, teological, penyelidikan
sejarah dan penyelidikan biografi? berikanlah satu contoh
kirimkan jawaban anda ke tu@sttak.net